Iran vs Amerika

Perang Iran vs Amerika, Kemunculan Sang Pemimpin Mojtaba Khamenei Tebar Peringatan ke Trump

Peringatan bagi Donald Trump.Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki tempat aman.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Istimewa/X/@G8GIST hindustantimes
Mojtaba Khamenei (kiri) adalah putra Ayatollah Ali Khamenei. Peringatan bagi Donald Trump.Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki tempat aman. 

TRIBUNKALTENG.COM - Peringatan bagi Donald Trump.Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki tempat aman di Timur Tengah.

Ya, Mojtaba Khamenei dikabarkan kondisinya terkini. Keberadaan Mojtaba Khamenei masih dirahasiakan oleh Iran, sementara AS yakin bahwa Pemimpin Tertinggi Iran itu mengalami luka yang parah.

Baca juga: Bacaan Takbir Iduladha 2026, Makna Takbir Mursal dan Takbir Muqayyad Jelang 10 Dzulhijjah 1447 H

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan Iran mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka ringan akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Cedera tersebut disebut berupa luka dangkal di wajah, kepala, dan kaki sehingga hanya membutuhkan jahitan ringan tanpa operasi besar.

"Dari sudut pandang saya sebagai dokter, cedera ini tidak serius dan hanya membutuhkan satu atau dua jahitan," kata pejabat tersebut.

Menurut laporan media Iran, juru bicara Kementerian Kesehatan Hossein Kermanpour mengatakan Mojtaba Khamenei sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum meninggalkan lokasi pada 1 Maret.

Sejak pecahnya perang, Mojtaba Khamenei belum muncul di depan publik dan hanya menyampaikan pesan tertulis bahkan setelah ia terpilih menggantikan posisi ayahnya.

Hal ini memicu spekulasi soal kondisi kesehatan dan keberadaannya, seperti diberitakan Al Arabiya.

Media AS melaporkan putra mendiang Ali Khamenei itu kini berada di lokasi rahasia dengan pengamanan ketat untuk menghindari serangan lanjutan.

Para pejabat AS menyebut komunikasi dengan dirinya sangat terbatas dan hanya dilakukan melalui jaringan kurir khusus, sehingga memperlambat proses pengambilan keputusan pemerintah Iran terkait negosiasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Meski demikian, sejumlah pejabat Iran dilaporkan masih dapat bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei untuk menerima arahan terkait situasi perang dan kebijakan negara.

Ya, melalui pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram resmi dan televisi pemerintah Iran pada Selasa, Khamenei mengatakan negara-negara di kawasan tidak akan terus menjadi “tameng” bagi pangkalan militer AS.

Juga Ia menilai pengaruh Washington di Timur Tengah semakin melemah, sementara negara-negara Islam mulai bergerak menuju tatanan regional baru yang lebih mandiri.

"Waktu tidak akan diputar mundur, dan rakyat serta tanah di kawasan ini tidak akan lagi menjadi tameng bagi pangkalan-pangkalan Amerika," kata Mojtaba Khamenei dalam pernyataannya, Selasa (26/5/2026).

Khamenei juga menyerukan agar negara-negara Islam memperkuat kerja sama dan persatuan untuk menghadapi tantangan kawasan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved