Iran vs Amerika

Update Perang Iran Vs Amerika: Ledakan Guncang Dubai dan Teheran, Kilang Minyak Kuwait Diserang

Sebuah kilang minyak Kuwait diserang oleh drone pada hari Jumat, sementara ledakan mengguncang Dubai dan Teheran.

Tayang:
Istimewa/SERAMBINEWS.COM/almayadeen
RUDAL SEJJIL IRAN - Tangkap layar YouTube Al Mayadeen English 19 Juni 2025, memperlihatkan rekaman dari latihan militer Iran sebelumnya yang menunjukkan peluncuran rudal Sejjil. (YouTube Al Mayadeen)  

TRIBUNKALTENG.COM - Sebuah ledakan mengguncang Dubai dan Teheran saat Iran menyerang kilang minyak Kuwait.

Gelombang serangan udara baru terus berlanjut di wilayah Teluk seiring perang di Timur Tengah mendekati akhir pekan ketiga.

Sebuah kilang minyak Kuwait diserang oleh drone pada hari Jumat, sementara ledakan mengguncang Dubai dan Teheran.

Baca juga: Update Iran vs Amerika, Target Balasan di Teluk Buntut Serangan Israel ke South Pars

Baca juga: Iran Vs Amerika Update: 12 Negara Serukan Hentikan Perang, AS-Israel Kerahkan Ribuan Pasukan Militer

Gelombang serangan udara baru dilancarkan di seluruh wilayah Teluk saat perang di Timur Tengah mendekati akhir minggu ketiga.

Iran terus menargetkan infrastruktur energi sementara Kuwait melaporkan serangan pesawat tak berawak di kilang minyak Mina Al-Ahmadi, yang menurut mereka telah memicu kebakaran.

Kilang minyak Mina Al-Ahmadi adalah salah satu dari tiga kilang di Kuwait dan dapat mengolah 730.000 barel per hari.

Sementara itu, ledakan mengguncang Dubai pada hari Jumat ketika Uni Emirat Arab mengerahkan sistem pertahanan rudal sebagai respons terhadap tembakan yang datang saat orang-orang sedang merayakan Idul Fitri, akhir bulan suci puasa Ramadhan.

Ledakan juga mengguncang Teheran ketika Israel menargetkan Iran saat negara itu merayakan Tahun Baru Persia.

Di Bahrain, kebakaran dilaporkan terjadi setelah pecahan peluru dari proyektil yang dicegat mendarat di sebuah gudang.

Sementara itu, Arab Saudi mengatakan telah menembak jatuh sejumlah drone yang menargetkan Provinsi Timur yang kaya minyak.

Serangan terbaru ini menyusul serangan balasan antara Israel dan Iran terhadap ladang gas utama di Teluk pada hari Rabu, yang menyebabkan harga gas alam meroket dan memicu kekhawatiran baru akan krisis energi global yang akan dirasakan oleh miliaran orang di seluruh dunia.

Iran menanggapi serangan Israel terhadap ladang gas utama dengan menyerang Kota Industri Ras Laffan di Qatar, yang memproses sekitar seperlima gas alam cair dunia, menyebabkan kerusakan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.

Pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah, tempat negara itu dapat mengalihkan sebagian ekspor untuk menghindari penutupan jalur keluar Teluk, Selat Hormuz, oleh Iran, juga diserang pada hari Kamis.

Harga minyak turun kembali pada hari Jumat karena negara-negara Barat termasuk Inggris dan Jepang menawarkan bantuan untuk mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal melalui selat tersebut yang biasanya menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia telah memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur energi.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved