Iran vs Amerika
Babak Baru Perang Iran vs Amerika Kans Arab Saudi Balas Serangan, Reaksi Pangeran Faisal bin Farhan
Iran vs Amerika, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, memperingatkan soal kesabaran efek serangan Iran.
TRIBUNKALTENG.COM, ARAB SAUDI - UPDATE Iran vs Amerika, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, memperingatkan bahwa kesabaran negaranya dalam menghadapi eskalasi serangan Iran “tidak tak terbatas.”
Ia menegaskan bahwa Kerajaan tetap membuka kemungkinan untuk mengambil tindakan militer apabila situasi terus memburuk.
Baca juga: Update Iran Vs Amerika: Perang Kian Meluas ke Instalasi Energi Pasca Israel Serang South Pars
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan darurat para menteri luar negeri negara-negara Arab dan Islam di Riyadh, Kamis (19/3/2026) seperti dilansir dari Arabnews.
Dalam keterangannya kepada media, Faisal menyebut Arab Saudi dan mitra-mitranya memiliki kapasitas yang memadai untuk merespons ancaman yang ada.
“Kesabaran yang kami tunjukkan tidaklah tanpa batas. Bisa satu hari, dua hari, atau satu minggu—saya tidak akan mengatakan,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang tergolong paling tegas sejak konflik meningkat, Faisal menegaskan bahwa Arab Saudi “mempertahankan hak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu.”
Ia juga mengingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dari Iran akan membawa konsekuensi politik dan moral yang serius.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kepercayaan yang sempat terbangun kembali antara Riyadh dan Teheran setelah pemulihan hubungan diplomatik pada 2023 kini telah hancur sepenuhnya.
Menurutnya, serangan lanjutan berpotensi menghilangkan sisa hubungan yang masih ada.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri dari sejumlah negara—termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Mesir, Yordania, Suriah, Turki, Pakistan, Azerbaijan, dan Lebanon—mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan Iran untuk segera menghentikan serangan.
Mereka menegaskan bahwa masa depan hubungan dengan Teheran sangat bergantung pada penghormatan terhadap kedaulatan negara dan prinsip non-intervensi.
Serangan terhadap infrastruktur sipil seperti fasilitas energi, bandara, kawasan permukiman, dan fasilitas diplomatik dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Para menteri juga menegaskan hak negara-negara yang terdampak untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta mendesak Iran untuk mematuhi hukum internasional dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut.
Sejak 28 Februari, Iran dilaporkan meluncurkan gelombang serangan berupa rudal dan drone yang menargetkan Arab Saudi serta negara-negara Teluk lainnya, termasuk Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Teheran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di dalam wilayah Iran.
Ketegangan meningkat pada Rabu (18/3) setelah Iran menuduh Israel menyerang fasilitas di ladang gas South Pars dan menyatakan akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Teluk.
| Perang Iran vs Amerika, Militer Mojtaba Khamanei Punya Pertahanan Udara Terbaru Arash-e Kamangir |
|
|---|
| UPDATE Kejutan Donald Trump di Perang Iran vs Amerika, Kuwait Siaga dan Aktifkan Pertahanan Udara |
|
|---|
| Iran vs Amerika Masih Berdampak, Rupiah Terjun ke Level Rp 17.796 per Dolar AS cek Rabu 27 Mei 2025 |
|
|---|
| Perang Iran vs Amerika, Kemunculan Sang Pemimpin Mojtaba Khamenei Tebar Peringatan ke Trump |
|
|---|
| Kondisi Mojtaba Khamenei di Perang Iran vs Amerika, Rumor Sang Pemimpin Diamankan di Bunker Rahasia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Rudal-siijil-iran.jpg)