Iran vs Amerika
Update Perang Vs Amerika: AS-Israel Langgar Hukum Internasional Serang Depot Bahan Bakar
Iran menyatakan bahwa penembakan depot bahan bakar di Teheran oleh Israel 'melanggar hukum internasional'.
TRIBUNKALTENG.COM - Iran menyatakan bahwa penembakan depot bahan bakar di Teheran oleh Israel 'melanggar hukum internasional'.
Warga menghadapi dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka, kata menteri luar negeri negara itu.
Penembakan Israel terhadap depot bahan bakar di ibu kota Iran, Teheran, "melanggar hukum internasional dan merupakan ekosida," kata menteri luar negeri Iran.
Baca juga: Murah Promo Ramadan Indomaret Alfamart 16 Maret 2026: BIG Cola Rp7.500 Nata, Nata De Coco Rp 14.900
Baca juga: AC Milan Masih Incar Juara Liga Italia, Inter Milan Puncaki Klasemen Serie A
Baca juga: Update Perang Iran Vs Amerika: Trump Ancam Serang Pulau Kharg Lebih Dahsyat
"Warga menghadapi kerusakan jangka panjang terhadap kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kontaminasi tanah dan air tanah dapat berdampak lintas generasi," tulis Abbas Araghchi di X pada hari Senin.
Ia juga menyerukan hukuman bagi Israel "atas kejahatan perangnya."
Sejak Israel dan AS melancarkan perang bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, permusuhan telah meningkat.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Kesalahan perhitungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah terungkap dalam perang melawan Iran.
Dua minggu setelah perang ini dimulai, semakin jelas bahwa Donald Trump salah perhitungan.
Tampaknya ia tidak menyadari bahwa pengeboman Iran akan menaikkan harga bensin di Amerika Serikat, meskipun AS merupakan pengekspor minyak bumi bersih.
Jika ia diperingatkan bahwa Iran mungkin akan menutup Selat Hormuz, ia mengabaikannya.
Ia juga tampaknya tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa krisis pasokan minyak akan memperkuat Vladimir Putin.
Bahkan, bahwa hal itu mungkin akan menyelamatkannya tepat ketika beban ekonomi Rusia untuk mempertahankan perang di Ukraina menjadi tak tertahankan.
Setelah 14 hari serangan terhadap Iran, disertai dengan sesumbar dan ancaman bahwa perang telah berakhir atau akan berlangsung lama, alasan presiden AS untuk melancarkan aksi militer masih belum jelas.
Donald Trump terus bersikap plin-plan, kini menyerukan negara lain untuk mengirimkan kapal perang perubahan nada yang tiba-tiba sejak ia mengatakan tidak membutuhkan bantuan dari Inggris, menuduh kita berusaha untuk “bergabung dalam perang setelah kita sudah menang.”
Jika ada bukti bahwa rezim Iran akan memperoleh senjata nuklir, rakyat Israel berhak untuk membela diri terhadap ancaman terhadap eksistensi mereka, dan sekutu mereka berkewajiban untuk membantu mereka.
Iran
Amerika Serikat
Israel
Rusia
Donald Trump
Ayatollah Ali Khamenei
Vladimir Putin
AS-Israel
Selat Hormuz
Teheran
minyak
| Perang Iran vs Amerika, Militer Mojtaba Khamanei Punya Pertahanan Udara Terbaru Arash-e Kamangir |
|
|---|
| UPDATE Kejutan Donald Trump di Perang Iran vs Amerika, Kuwait Siaga dan Aktifkan Pertahanan Udara |
|
|---|
| Iran vs Amerika Masih Berdampak, Rupiah Terjun ke Level Rp 17.796 per Dolar AS cek Rabu 27 Mei 2025 |
|
|---|
| Perang Iran vs Amerika, Kemunculan Sang Pemimpin Mojtaba Khamenei Tebar Peringatan ke Trump |
|
|---|
| Kondisi Mojtaba Khamenei di Perang Iran vs Amerika, Rumor Sang Pemimpin Diamankan di Bunker Rahasia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Iran-diserang-as-isr.jpg)