Iran vs Amerika

Update Perang Iran vs Amerika, Azerbaijan Menerima 2.309 Pengungsi Hingga Hari ini

Azerbaijan menerima 2.309 pengungsi dari Iran dalam dua minggu.Di antara para pengungsi, 403 orang adalah warga negara Azerbaijan.

Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com/Tangkapan layar Tribunnews
DONALD TRUMP - Di antara para pengungsi, 403 orang adalah warga negara Azerbaijan. 

TRIBUNKALTENG.COM - Azerbaijan menerima 2.309 pengungsi dari Iran dalam dua minggu.

Antara pukul 08.00 tanggal 28 Februari dan pukul 10.00 tanggal 12 Maret, total 2.309 orang dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan.

Baca juga: Perang Iran vs Amerika, Hujan Roket di Galilea Israel dan Australia Tarik Staf

Di antara para pengungsi, 403 orang adalah warga negara Azerbaijan.

Konflik militer besar meletus pada 28 Februari 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara dan rudal terkoordinasi terhadap beberapa target Iran, yang secara dramatis meningkatkan kekerasan di seluruh Timur Tengah. 

Serangan-serangan ini memicu pembalasan Iran dengan rudal, drone, dan serangan terhadap negara-negara tetangga, menciptakan risiko keamanan yang meluas bagi warga sipil dan warga negara asing di Iran.

Eskalasi tersebut mengganggu perjalanan udara dan transportasi normal, memaksa banyak negara untuk mengatur evakuasi warga negara mereka; perbatasan darat seperti Azerbaijan menjadi jalur keluar utama bagi mereka yang tidak dapat terbang karena wilayah udara yang ditutup dan masalah keamanan.

Ketegangan antara Azerbaijan dan Iran meningkat setelah insiden serangan drone di wilayah eksklave Nakhichevan. 

Meski demikian, pemerintah Azerbaijan tetap mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Iran pada Selasa (10/3/2026) sebagai upaya meredakan situasi.

Pemerintah Azerbaijan sebelumnya menuduh Iran melakukan aksi terorisme setelah sebuah drone menghantam bandara dan meledak di dekat sebuah sekolah di wilayah Nakhichevan. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan empat orang terluka.

Menanggapi kejadian itu, Presiden Ilham Aliyev memerintahkan angkatan bersenjata Azerbaijan untuk bersiap mengambil langkah balasan.

Pemerintah juga meningkatkan status mobilisasi militer ke tingkat tertinggi serta menarik para diplomatnya dari Iran.

Namun, militer Iran membantah terlibat dalam serangan drone tersebut.

Teheran justru menuding Israel, sekutu dekat Azerbaijan, sebagai pihak yang melakukan provokasi.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Kementerian Situasi Darurat Azerbaijan menyatakan telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan dalam jumlah besar ke Iran.

Pengiriman bantuan tersebut dilakukan setelah percakapan telepon antara Presiden Ilham Aliyev dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada 8 Maret 2026.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved