PT SMART Tbk

Mendorong Kemandirian Desa Lewat Budidaya Lele Berbasis Teknologi

Kelompok budidaya lele di Desa Biku Sarana mengelola enam kolam kapasitas produksi lele sekitar 6000 bibit rata-rata produksi mencapai 750 kg.

Tayang:
Editor: Haryanto
Istimewa
Tiga tahun berjalan, program ini hadir untuk memberdayakan kelompok budidaya lele dan mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. 

TRIBUNKALTENG.COM – Program pemberdayaan masyarakat di Desa Biku Sarana, Kecamatan Jelai Hulu dan Desa Sengkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) terus diperkuat melalui pengembangan budidaya lele berbasis teknologi dan penguatan UMKM lokal. 

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok budidaya serta pengolahan produk turunan ikan lele guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan terbaru mencakup pelatihan penyegaran pembuatan pakan alternatif untuk dua kelompok budidaya lele, dengan total anggota 15 orang. 

Pelatihan difasilitasi oleh narasumber dari Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengolah bahan baku lokal menjadi pakan lele yang lebih ekonomis dan sesuai kebutuhan nutrisi ikan.

Selain pelatihan, kelompok budidaya juga menerima bantuan mesin pembuat pelet pakan alternatif untuk mengolah bahan baku lokal menjadi pakan lele yang lebih efisien. 

Dukungan teknologi ini diharapkan dapat menekan biaya pakan yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kegiatan budidaya.

Baca juga: PT SMART Tbk Unit Tarjun Gelar Bazar Minyak Goreng Ramadan di Desa Tarjun

tabur ikan lele pt smart
Penebaran bibit lele oleh perwakilan PT Sawit Mas Sejahtera bersama pemangku kepentingan setempat dalam program pemberdayaan budidaya lele.

Saat ini, kelompok budidaya lele di Desa Biku Sarana mengelola enam kolam dengan kapasitas produksi lele sekitar 6000 bibit dengan rata-rata produksi mencapai 750 kg/ siklus. 

Sementara kelompok di Desa Sengkuang Merabong mencatat produksi rata-rata 212 kg per siklus dari 2 kolam budidaya kapasitas masing-masing 1000 ekor. 

Dengan peningkatan kapasitas dan dukungan teknologi, kedua kelompok diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi operasional.

Ketua TP PKK Desa Biku Sarana, Lili Yen menyampaikan apresiasinya atas peningkatan kapasitas ini. 

“Pelatihan ini sangat membantu masyarakat kami untuk menjadi lebih mandiri. Mesin pelet dan pengetahuan baru ini membuka peluang bagi kelompok untuk mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil budidaya,” ujarnya.

Selain penguatan budidaya, program ini juga mendukung pengembangan UMKM melalui kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Biku Sarana yang mengelola UMKM Si Lele. 

Peserta memperoleh pelatihan pengolahan produk turunan ikan lele, termasuk resep baru Stick Si Lele yang lebih hemat biaya produksi dan menghasilkan tekstur lebih renyah serta kompetitif di pasar.

Salah satu peserta pelatihan UMKM, Ibu Risnawati, berbagi pengalamannya dalam mengikuti pelatihan. 

“Kami senang sekali mendapatkan resep baru dan cara pengolahan yang lebih efisien. Produk kami jadi lebih enak dan punya peluang untuk dipasarkan lebih luas,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved