Iran vs Amerika

Pesan Terakhir Ali Khamenei Pasca Serangan AS-Israel, Iran Libur Selama 7 Hari

Menyusul kemartiran Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebuah pesan khusus telah dirilis dari akun media sosial resminya.

Tayang:
Pesan Terakhir Ali Khamenei Pasca Serangan AS-Israel, Iran Libur Selama 7 Hari - amerika-iran.jpg
Tribunnews.com/ISTIMEWA
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto ini diambil dari https://english.khamenei.ir/ oleh Tribunnews.
Pesan Terakhir Ali Khamenei Pasca Serangan AS-Israel, Iran Libur Selama 7 Hari - Iran-Amerika-hancur-radar.jpg
Tribunnews.com/HO/IST/ist via Tribunnews
HANCURNYA RADAR CANGGIH AS - Rudal balistik Iran yang ditembakkan pasukan Garda Revolusi Iran berhasil menghancurkan fasilitas radar paling canggih milik Amerika Serikat, FP132 senilai 1,1 miliar dolar AS yang ditempatkan di Qatar, Sabtu malam, 28 Februari 2026.

Meskipun ternyata Khamenei kemungkinan tewas pada saat-saat awal perang akibat sekitar 30 bom sekitar pukul 8:00 pagi hari Sabtu.

Republik Islam Iran baru mengakui kematiannya setelah pukul 03.00 Minggu pagi dan tampaknya membutuhkan beberapa jam lagi untuk mengorganisir respons terkoordinasi sepenuhnya.

Meskipun IDF masih belum mengkonfirmasi jumlah serangan rudal, secara anekdot, laju salvo dan volume ledakan pada Minggu pagi belum pernah terjadi sebelumnya.

Ya, untuk putaran pertempuran ini dan lebih sebanding dengan putaran serangan besar terburuk pada Juni 2025, yang beberapa di antaranya melibatkan hingga 200 rudal balistik.

Sebaliknya, pada hari Sabtu, jika sekitar 150 rudal mungkin telah ditembakkan ke Israel sepanjang hari.

Salvo tampaknya terbatas pada selusin, atau paling banyak beberapa lusin per salvo, yang tersebar dalam sekitar 10 salvo selama 24 jam.

Teheran memasuki pertempuran dengan membawa 2.000 rudal.

Secara total, Teheran memasuki babak konflik terbaru ini dengan sekitar 2.000 rudal balistik.

Namun, Amerika Serikat juga telah menembakkan ratusan rudal ke lima negara Arab Sunni lainnya di kawasan itu yang memiliki pangkalan Amerika.

Demikian pula, serangan AS dan Amerika tampaknya telah menghancurkan setidaknya 100 rudal balistik, meskipun jumlah tersebut bisa jauh lebih tinggi.

Pada Juni 2025, Iran memiliki 2.500 rudal balistik dan 400 peluncur rudal.

Israel menghancurkan sekitar setengah dari keduanya selama 12 hari dan akhirnya mengurangi volume rudal balistik Republik Islam dari 200 per hari menjadi sekitar 10 per hari.

CIA memperkirakan Khamenei akan digantikan oleh elemen-elemen garis keras IRGC jika terbunuh.

Presiden AS Donald Trump selama beberapa minggu terakhir telah mengisyaratkan bahwa AS tertarik untuk melihat perubahan rezim di Iran.

Akan tetapi belum memberikan rincian apa pun tentang pemikiran Washington mengenai siapa yang dapat memimpin negara tersebut.

Menjelang serangan AS dan Israel pada hari Sabtu, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) menilai bahwa bahkan jika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi tersebut.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved