Banjir Kalteng

Banjir Lamandau Terdampak Lima Desa di Dua Kecamatan

Banjir terdampak bagi warga lima desa, di dua kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Editor: Haryanto
ISTIMEWA
BANJIR - Kondisi banjir di Desa Sungai Tuat, Lamandau, sejak Selasa (11/09/2025) kemarin. 

TRIBUNKALTENG.COM, LAMANDAU - Banjir terdampak bagi warga lima desa, di dua kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Kepala BPBD Lamandau, Hendikel menyebut, desa yang terdampak antara lain Benakitan, Kinipan, dan Liku di Kecamatan Batang Kawa.

Adpaun dua desa di Kecamatan Lamandau yang terdampak banjir yakni Sungai Tuat dan Tanjung Beringin.

Banjir yang melanda beberapa desa di Lamandau disebabkan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lamandau, sejak Selasa (9/9/2025) malam lalu.

Baca juga: 7 Kabupaten di Kalteng Rawan Banjir, Badan Penanggulangan Bencana Beri Peringatan Dini

Akibatnya, Sungai Batang Kawa dan Sungai Lamandau meluap. 

"Total ada 27 KK terdampak. Selain itu, sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan desa juga ikut terendam," kata Hendikel keterangan tertulis, Kamis (11/9/2025).

Adapun rincian dampak banjir, di Desa Benakitan 1 KK dengan 6 jiwa terdampak serta 2 fasilitas umum terendam. 

Desa Sungai Tuat menjadi lokasi paling parah dengan 25 KK terdampak dan 1 fasum terendam. 

Sementara di Desa Kinipan, Liku, dan Tanjung Beringin tercatat fasilitas umum serta jalan desa terendam dengan ketinggian air 30–80 cm.

Penyebab banjir berasal dari curah hujan tinggi sejak pukul 17.15 WIB hingga tengah malam, sehingga air sungai meluap ke permukiman dan jalan desa. 

Dari hasil monitoring Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamandau, kondisi air berangsur surut pada Rabu pagi.

BPBD Lamandau menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk monitoring dan pendataan warga terdampak. 

Dua unit mobil operasional dan satu drone digunakan untuk pemantauan lapangan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses penanganan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati beraktivitas, khususnya pengendara yang melintas di Jalan Trans Kalimantan. Diharapkan ada pembatas jalan atau crossline agar lebih aman," kata Hendikel. 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved