Kobar Marunting Batu Aji

Desa Rangda Kobar Jadi Pilot Project Nasional, Model Baru Transmigrasi Indonesia Mulai Dibangun

Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, resmi ditetapkan salah satu lokasi Pilot Project Nasional Program Transmigrasi Pugar dan Transmigrasi Lokal.

Tayang:
Tribunkalteng.com
RAPAT - Kepala Disnakertrans Kobar Yudhi Hudaya (kiri) saat ikuti pertemuan di Direktorat Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi RI. 

Ringkasan Berita:
  1. Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, resmi ditetapkan sebagai salah satu lokasi Pilot Project Nasional Program Transmigrasi Pugar dan Transmigrasi Lokal.
  2. Program Transmigrasi Pugar hadir dengan pendekatan berbeda dibandingkan program transmigrasi pada masa lalu.
  3. Disnakertrans Kotawaringin Barat, Yudhi Hudaya mengatakan kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat merupakan peluang besar bagi daerah untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menorehkan langkah strategis di tingkat nasional.

Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, resmi ditetapkan sebagai salah satu lokasi Pilot Project Nasional Program Transmigrasi Pugar dan Transmigrasi Lokal, program unggulan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia yang menandai transformasi baru pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.

Penetapan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ekspose Akhir Redesain Rencana Teknis Satuan Permukiman (RTSP) Pugar Desa Rangda yang digelar di Direktorat Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi RI, Jakarta, pada (4/6/2026). 

Baca juga: Bupati Hj Nurhidayah Apresiasi Kinerja Kolektif Perangkat Daerah, Pemkab Kobar Raih Opini WTP ke-12

Baca juga: Bupati Kobar Ajak Insan Pers Sajikan Berita Faktual dan Kritik Membangun

Baca juga: Pemkab Kobar Berikan Tanggapan Pemandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap 2 Raperda

Kegiatan ekspose akhir tersebut menjadi tahapan penting dalam proses validasi, penyempurnaan, serta sinkronisasi desain pembangunan kawasan yang akan dijadikan model pengembangan transmigrasi masa depan di Indonesia.

Program Transmigrasi Pugar hadir dengan pendekatan berbeda dibandingkan program transmigrasi pada masa lalu.

Jika sebelumnya transmigrasi identik dengan pembukaan wilayah baru, kini fokus diarahkan pada penataan, revitalisasi, dan penguatan kawasan transmigrasi yang telah ada agar berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif dan berkelanjutan.

Sebagai lokasi pilot project nasional, Desa Rangda diproyeksikan menjadi contoh pembangunan kawasan terpadu melalui penguatan infrastruktur, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, pengembangan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Kabupaten Kotawaringin Barat, Yudhi Hudaya, mengatakan kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat merupakan peluang besar bagi daerah untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pilot project ini bukan hanya tentang Desa Rangda. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah,” ujar Yudhi Hudaya.

Menurutnya, melalui penyusunan Redesain RTSP Pugar, arah pembangunan kawasan disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan potensi riil wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat.

Setiap rencana pengembangan dirancang agar mampu menjawab tantangan pembangunan, sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah maupun nasional dalam jangka panjang.

Bagi Kabupaten Kotawaringin Barat, program tersebut memiliki nilai strategis karena selain memperkuat posisi daerah dalam agenda pembangunan nasional, juga membuka peluang dukungan lintas sektor dari pemerintah pusat.

Keberhasilan implementasi program ini juga diyakini dapat mendorong percepatan investasi pembangunan kawasan dan meningkatkan daya saing daerah di masa mendatang.

Lebih jauh, keberhasilan Desa Rangda diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kotawaringin Barat, tetapi juga menjadi referensi nasional, dalam pengembangan kawasan transmigrasi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved