Berita Populer Kalteng

Populer Kalteng, Gaji Dibayar di Bawah UMP, Perusahaan Bisa Dipidana dan Denda, Kasus ISPA Tinggi

Berita Populer Kalteng, gaji tak dibayar sesuai UMP 2026 perusahaan bisa dipidana dan denda, hingga kasus ISPA dan Pneumonia melonjak

Tayang:
Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/ARAI NISARI
FASILITAS KESEHATAN- Ilustrasi kasus ISPA dan Pneumonia mengalami lonjakan di Kalteng, disebabkan cuaca panas yang berpotensi karhutla. 


Baca Selengkapnya

Meski Musim Hujan Cuaca Panas Melanda Kalteng, Warga di Kota Cantik Mual, Pusing dan Mendadak Sakit

 

KARHUTLA - Cuaca panas yang masih terjadi meski musim hujan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Sabtu (17/1/2026).
KARHUTLA - Cuaca panas yang masih terjadi meski musim hujan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Sabtu (17/1/2026).(Istimewa)

 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca panas melanda Kalteng lebih dari seminggu ini, berpotensi tinggi terjadinya karhutla hngga risiko kesehatan.
  • Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Renianata menjelaskan, panas terjadi belakangan ini disebabkan oleh sirkulasi siklonik di perairan selatan Indonesia.
  • Bahkan warga Palangka Raya mengeluhkan cuaca panas menyebabkan mual pusing hingga sakit mendadak.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Meski Kalimantan Tengah masih berada di musim hujan, beberapa hari terakhir cuaca panas terasa dominan. 

Kondisi ini membuat curah hujan minim, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat dan berisiko memengaruhi kesehatan masyarakat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Renianata menjelaskan, panas terjadi belakangan ini disebabkan oleh sirkulasi siklonik di perairan selatan Indonesia.

“Terdapat sirkulasi siklonik menarik udara ke perairan selatan. Di sisi lain, kelembapan udara di sekitar Kalimantan Tengah berkurang sehingga sebagian wilayah tidak cukup basah. Kondisi inilah yang membuat cuaca panas,” ujar Renianata kepada Tribunkalteng.com, Jumat (23/1/2026).

BMKG memprakirakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada periode 27–30 Januari 2026 di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah


Baca Selengkapnya

Kalteng Siaga Banjir dan Karhutla, Hanya Katingan, Barsel, Bartim Punya Alat Peringatan Dini

 

WAWANCARA - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalimantan Tengah, Indra Wiratama saat ditemui di Kantor BPB-PK Kalteng, Selasa (20/1/2026).
WAWANCARA - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalimantan Tengah, Indra Wiratama saat ditemui di Kantor BPB-PK Kalteng, Selasa (20/1/2026).(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

Ringkasan Berita:
  • Kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian, termasuk ketersediaan alat peringatan dini atau early warning system (EWS).
  • Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama mengatakan, hingga saat ini EWS baru tersedia di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah.
  • Ketiga daerah tersebut yakni Katingan, Barito Selatan dan Barito Timur.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kalimantan Tengah masih berada dalam periode musim penghujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada Juni atau Juli 2026.

Di tengah kondisi tersebut, kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian, termasuk ketersediaan alat peringatan dini atau early warning system (EWS).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama mengatakan, hingga saat ini EWS baru tersedia di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah.

“Alat early warning system itu saat ini baru ada di tiga kabupaten. Pengadaannya 2025,” kata Indra, Jumat (23/1/2026).

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved