Berita Populer Kalteng
Populer Kalteng, Gaji Dibayar di Bawah UMP, Perusahaan Bisa Dipidana dan Denda, Kasus ISPA Tinggi
Berita Populer Kalteng, gaji tak dibayar sesuai UMP 2026 perusahaan bisa dipidana dan denda, hingga kasus ISPA dan Pneumonia melonjak
Meski Musim Hujan Cuaca Panas Melanda Kalteng, Warga di Kota Cantik Mual, Pusing dan Mendadak Sakit
Ringkasan Berita:
- Cuaca panas melanda Kalteng lebih dari seminggu ini, berpotensi tinggi terjadinya karhutla hngga risiko kesehatan.
- Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Renianata menjelaskan, panas terjadi belakangan ini disebabkan oleh sirkulasi siklonik di perairan selatan Indonesia.
- Bahkan warga Palangka Raya mengeluhkan cuaca panas menyebabkan mual pusing hingga sakit mendadak.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Meski Kalimantan Tengah masih berada di musim hujan, beberapa hari terakhir cuaca panas terasa dominan.
Kondisi ini membuat curah hujan minim, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat dan berisiko memengaruhi kesehatan masyarakat.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Renianata menjelaskan, panas terjadi belakangan ini disebabkan oleh sirkulasi siklonik di perairan selatan Indonesia.
“Terdapat sirkulasi siklonik menarik udara ke perairan selatan. Di sisi lain, kelembapan udara di sekitar Kalimantan Tengah berkurang sehingga sebagian wilayah tidak cukup basah. Kondisi inilah yang membuat cuaca panas,” ujar Renianata kepada Tribunkalteng.com, Jumat (23/1/2026).
BMKG memprakirakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada periode 27–30 Januari 2026 di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kalteng Siaga Banjir dan Karhutla, Hanya Katingan, Barsel, Bartim Punya Alat Peringatan Dini
Ringkasan Berita:
- Kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian, termasuk ketersediaan alat peringatan dini atau early warning system (EWS).
- Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama mengatakan, hingga saat ini EWS baru tersedia di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah.
- Ketiga daerah tersebut yakni Katingan, Barito Selatan dan Barito Timur.
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kalimantan Tengah masih berada dalam periode musim penghujan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Musim kemarau diperkirakan baru akan terjadi pada Juni atau Juli 2026.
Di tengah kondisi tersebut, kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian, termasuk ketersediaan alat peringatan dini atau early warning system (EWS).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama mengatakan, hingga saat ini EWS baru tersedia di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah.
“Alat early warning system itu saat ini baru ada di tiga kabupaten. Pengadaannya 2025,” kata Indra, Jumat (23/1/2026).
| Populer Kalteng, Kunker Wamen ATR/BPN Soroti Tingginya Konflik Agraria, Sidang Penggelapan Dana Bank |
|
|---|
| Populer Kalteng, Kejati Bantah Jaksa Kejari Kobar Terlibat Dugaan Minta Uang, Pemprov Siaga Karhutla |
|
|---|
| Populer Kalteng, Reaksi Gubernur Terkait Dirinya Digugat Warganya, Imbau Bawa Tas Belanja Sendiri |
|
|---|
| Populer Kalteng, Gubernur Agustiar Sarankan Gunakan Daun Pisang Imbas Harga Plastik Meroket |
|
|---|
| Populer Kalteng, Dewan Provinsi Soroti Lemahnya Manajemen Pengawasan Bank, Daftar Mutasi Jaksa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/layanan-kesehatan-Puskesmas-Bukit-Hindu.jpg)