Aturan Baru Beli Pertalite dan Pertamax

Harga BBM Hari ini Terupdate Palangka Raya Kalteng Banjarbaru Kalsel cek Pertalite Pertamax

Daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Palangka Raya Kalimantan Tengah cek Banjarmasin Kalimantan Selatan pada hari ini.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Tribunkalteng.com/Arai Nisari
MENGANTRI - Warga mengantre BBM di SPBU Jalan Bukit Kaminting, Kota Palangka Raya, Kamis (7/5/2026). Daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Palangka Raya Kalimantan Tengah cek Banjarmasin Kalimantan Selatan pada hari ini, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA-  Daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Palangka Raya Kalimantan Tengah cek Banjarmasin Kalimantan Selatan pada hari ini, Kamis (7/5/2026).

Berikut daftar harga BBM terkini hari ini selengkapnya, dilansir dari pertaminapatraniaga.com:

Baca juga: Imbas Antrean BBM di Palangka Raya, Warga Keluhkan Tak Bisa ke Pasar hingga Antar Anak Sekolah

Provinsi Kalimantan Tengah
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp20.350
Pertamina Dex: Rp28.500
Dexlite: Rp 26.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800

Provinsi Kalimantan Selatan
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.750
Pertamina Dex: Rp29.100
Dexlite: Rp27.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya, Suherman Juhari menilai, kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi belakangan ini dipengaruhi kombinasi berbagai faktor, mulai dari tekanan global hingga persoalan distribusi domestik.

Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dibanding kenaikan sebelumnya yang lebih banyak dipicu faktor internasional.

“Kalau awal-awal kenaikan dulu mungkin masih bisa dikatakan karena tekanan global. Tapi sekarang sudah kombo, faktor global iya, nilai tukar rupiah kita turun juga, ditambah distribusi domestik yang terganggu,” ujarnya kepada TribunKalteng.com, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, distribusi BBM ke daerah-daerah menjadi tantangan tersendiri, terutama di Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah sangat luas dan masih bergantung pada jalur darat.

“Kalteng ini luas sekali, bahkan lebih luas dari Pulau Jawa secara keseluruhan. Distribusi antarwilayah kita masih sangat bergantung pada transportasi darat,” katanya.

Menurut Suherman, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex cepat atau lambat akan berdampak pada biaya logistik dan harga barang di masyarakat.

“Biaya transportasi naik, biaya logistik naik, dan ujung-ujungnya pasti berpengaruh ke harga barang. Pengusaha tidak mungkin terus menahan margin mereka, jadi nantinya dibebankan ke konsumen,” jelasnya.

Ia mengatakan, dampak kenaikan tersebut kemungkinan akan lebih terasa di wilayah pelosok yang sangat bergantung pada distribusi barang melalui jalur darat.

“Sekarang saja harga barang sudah mulai ada penyesuaian, apalagi di daerah-daerah pelosok yang distribusinya lebih sulit,” ujarnya.

Selain memicu kenaikan biaya distribusi, Suherman menilai kondisi ini juga mulai mengubah pola konsumsi BBM di masyarakat. 

Saat harga BBM nonsubsidi naik dan stoknya sulit didapat, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM subsidi.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved