Berita Barito Utara

Ayah Tunanetra Siswa SMKN 3 Muara Teweh Merasa Terbantu Ada Sekolah Gratis di Kalteng

Bambang ayah penyandang tunanetra rela menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer hadir rapat komite di SMKN 3 Muara Teweh terbantu sekolah gratis

DISDIK KALTENG UNTUK TRIBUNKALTENG.COM
RAPAT KOMITE - Seorang ayah rela mehadiri rapat Komite SMKN 3 Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng dengan menempuh jarak jauh ke sekolah anaknya. 

TRIBUNKALTENG.COM, MUARA TEWEH – Suasana haru dan penuh semangat terasa dalam rapat komite SMKN 3 Muara Teweh. Di antara orang tua siswa baru hadir, tampak sosok Bambang.

Seorang ayah penyandang tunanetra yang rela menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer menggunakan angkutan umum demi mengikuti rapat penting tersebut.

Kehadiran Bambang menjadi simbol nyata perjuangan orang tua dalam mendukung pendidikan anaknya.

Kepala SMKN 3 Muara Teweh, Wahyu Rajendra, mengaku terinspirasi oleh semangat Bambang.

“Beliau hadir dengan semangat luar biasa meski memiliki keterbatasan. Ini menjadi motivasi bagi kita semua,” ucapnya, Jumat (18/7/2025).

Rajendra juga memastikan, sekolahnya akan menjalankan program sekolah gratis sesuai instruksi Dinas Pendidikan Kalteng.

“Insyaallah, anak-anak tidak dipungut biaya apapun hingga lulus. Program ini sangat membantu meringankan beban orang tua,” katanya.

Untuk diketahui, program sekolah gratis merupakan bagian dari visi yang tertuang dalam kartu Huma Betang Sejahtera, yang diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di pedalaman dan keluarga kurang mampu.

“Dengan kebijakan ini, anak-anak di Kalteng memiliki kesempatan sama untuk meraih pendidikan yang layak,” tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo juga mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan lebih dari Rp40 miliar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Untuk diketahui, dana BOSDA tersebut untuk mendukung keberlangsungan pendidikan sekitar 37.000 siswa.

“Bapak Gubernur berpesan tegas, tidak boleh ada anak di Kalteng yang gagal sekolah hanya karena alasan ekonomi. Pendidikan adalah hak semua anak,” pungkas Reza.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved