Berita Palangka Raya
Bulog Kalteng Luncurkan Pangan Beras Sesuai SPHP, Pastikan Distribusi Tepat Sasaran dan Terkendali
Bulog Kalteng meluncurkan bantuan pangan beras melalu skema SPHP dengan harga muruh di bawah pasaran bagi masyarakat yang kurang mampu di Kalteng
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah daerah bersama Bulog Wilayah Kalimantan Tengah, mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras (BPB) bagi puluhan ribu warga kurang mampu, Senin (14/7/2025).
Selain itu, program ini juga dibarengi dengan penjualan beras melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga di bawah pasaran.
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di pasaran.
Kepala Kantor Bulog Kalteng Budi Sultika menjelaskan, penyaluran bantuan pangan ini merupakan upaya untuk mengatasi kerawanan pangan dan membantu masyarakat kurang mampu, terutama saat terjadi bencana atau kondisi darurat.
“Total alokasi untuk Kalimantan Tengah sebanyak 93.161 penerima. Penyaluran pertama dilakukan di Kota Palangka Raya dengan total 6.073 penerima,” ujar Budi, Selasa (15/7/2025).
Ia memastikan, penyaluran di kabupaten dan kota lainnya akan segera menyusul.
“Kami pastikan pekan ini semua sudah mulai disalurkan,” tegasnya.
Untuk diketahui, alokasi bulan Juni dan Juli 2025, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima 20 kilogram beras, yang dikemas dalam dua karung masing-masing 10 kilogram.
Lebih lanjut, ia mengakui distribusi bantuan di Kalteng memiliki tantangan tersendiri mengingat wilayah ini merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia.
Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh bantuan akan tepat sasaran.
“Bagaimanapun tantangannya, ini adalah amanat. Kami akan memastikan barang ini diterima oleh penerima yang berhak,” ucapnya.
“Semua unsur pemerintahan terlibat dalam pengawasan, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, TNI, Polri melalui Satgas Pangan, hingga Bhabinkamtibmas,” lanjutnya.
Sementara itu, terkait program SPHP, Budi menyebut Bulog hanya bertugas menyediakan pasokan beras.
Sedangkan penentuan lokasi penjualan dan pihak penyalur menjadi kewenangan Dinas Ketahanan Pangan setempat.
“Rekomendasi titik penjualan tetap terukur dan dimonitor, termasuk oleh Satgas Pangan,” pungkasnya.
Baca juga: Presiden Jokowi Kunjungi Gudang Bulog Kalteng di Palangkaraya, Salurkan Bantuan Pangan Beras
Baca juga: Harga Beras Tembus Rp 15.500 per Kilogram, Bulog Kalteng Segera Salurkan Program SPHP
Ia menegaskan, ada dua acuan utama dalam pelaksanaan SPHP, yaitu harga dan pasokan aman.
Harga beras di pasaran diharapkan tetap stabil dan terjangkau, sementara ketersediaannya juga terjamin.
Lebih lanjut, ia menyampaikan saat ini Dinas Ketahanan Pangan masih memverifikasi mitra penyalur untuk memastikan penjualan beras SPHP sesuai aturan yang berlaku.
“Jadi, masyarakat bisa mendapatkan beras murah dan berkualitas dengan pasokan yang tersedia di pasaran,” tutupnya.
Bulog Kalteng
Bantuan Pangan Beras (BPB)
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
Kota Palangka Raya
Kalimantan Tengah
BNNP Kalteng Bongkar Sindikat Narkotika di Gunung Mas, Transaksi Narkoba Senilai Rp 1,2 Miliar |
![]() |
---|
Warga Diminta Atur Perjalanan, Cek Jadwal dan Waktu Penutupan Jembatan Gohong Pulang Pisau Kalteng |
![]() |
---|
Cek Taat Bayar Pajak dan Kelengkapan Surat, Pengendara Motor di Palangka Raya Terjaring Razia |
![]() |
---|
Waspada Wabah Campak, Laporan Dinkes Cakupan Imunisasi Lengkap di Palangka Raya Baru 38 Persen |
![]() |
---|
Wabah Campak di Sumenep Jadi Sorotan, Dinkes Kota Palangka Raya Ungkap 32 Kasus Suspek pada 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.