Berita Palangka Raya
Fenomena Bediding di Pulau Jawa Bisa Terjadi di Kalteng, Penjelasan Prakirawan BMKG Palangka Raya
Fenomena musim dingin atau bediding yang saat ini terjadi di Pulau Jawa, juga bisa terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), jelang musim kemarau tiba
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Fenomena musim dingin atau bediding yang saat ini terjadi di Pulau Jawa, juga bisa terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Fenomena musim dingin yang terjadi di Pulau Jawa itu, bukan disebabkan oleh Aphelion, melainkan Monsun Australia.
Aphelion merupakan fenomena astronomi tahunan ketika posisi bumi berada pada titik terjauhnya dari matahari.
Sedangkan Monsun Australia adalah sistem angin yang bertiup dari Australia menuju Asia, khususnya melewati Indonesia, yang terjadi selama periode April hingga Oktober.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Siddiq mengungkapkan, Fenomena musim dingin disebabkan Monsun Australia itu juga bisa terjadi di Kalteng.
"Hawa dingin ini lebih tepat dikaitkan dengan pola musiman tahunan yang umum terjadi saat musim kemarau, terutama di malam hari," ujar Ihsan, Sabtu (12/7/2025).
Ihsan menyebut, untuk wilayah Kalteng, awal musim kemarau diprediksi pada Juni Dasarian III hingga Juli Dasarian II.
Musim kemarau ini, kata Ihsan, ditandai dengan dominasi angin timur-tenggaraan atau yang lebih dikenal Monsun Australia yang bersifat kering dan dingin.
"Kemudian pada musim kemarau tutupan awan relatif lebih sedikit, ketika siang hari penyinaran matahari optimal sehingga terasa panas, sedangkan pada malam hari terjadi pelepasan panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari," ungkapnya.
Baca juga: Penjelasan BMKG Kalteng Fenomena Awan Kinton Jatuh di Kawasan PT Adaro Indonesia Murung Raya
Baca juga: Fenomena La Nina, Kalteng Waspada Bencana Banjir
Namun, lanjut Ihsan, karena tutupan awan yang relatif lebih sedikit, menyebabkan terjadinya pelepasan panas yang relatif lebih cepat ke atmosfer, yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam sampai dini hari.
Secara umum, BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2025 di Kalteng sebagai besar terjadi pada Agustus.
"Diprediksi durasi musim kemarau 2025 berkisar 5, 6, 8, 11, dan 13 dasarian," kata Ihsan.
Serapan Tenaga Kerja Lokal Palangka Raya Masih Minim, Gen Z jadi Generasi Aktif Masuk Dunia Kerja |
![]() |
---|
Ramai Demo Buruh di Berbagai Daerah, FSPP KSPI Kalteng Minta Perhatikan Kesejahteraan Buruh |
![]() |
---|
Kabar Baik untuk Warga Palangka Raya, Pasar Penyeimbang Berlanjut Tiap Sabtu, Cek Lokasinya |
![]() |
---|
1.800 Anak Ayam Berusia 2 Hari Hangus Terbakar di Kandang Kayu di Jalan Bengaris Palangka Raya |
![]() |
---|
BNNP Kalteng Bongkar Sindikat Narkotika di Gunung Mas, Transaksi Narkoba Senilai Rp 1,2 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.