Berita Palangka Raya

Fenomena Bediding di Pulau Jawa Bisa Terjadi di Kalteng, Penjelasan Prakirawan BMKG Palangka Raya

Fenomena musim dingin atau bediding yang saat ini terjadi di Pulau Jawa, juga bisa terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), jelang musim kemarau tiba

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
BMKG
PREDIKSI BMKG - Prediksi puncak musim kemarau BMKG, sebagai besar wilayah Kalteng terjadi pada Agustus 2025. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA -  Fenomena musim dingin atau bediding yang saat ini terjadi di Pulau Jawa, juga bisa terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Fenomena musim dingin yang terjadi di Pulau Jawa itu, bukan disebabkan oleh Aphelion, melainkan Monsun Australia.

Aphelion merupakan fenomena astronomi tahunan ketika posisi bumi berada pada titik terjauhnya dari matahari. 

Sedangkan Monsun Australia adalah sistem angin yang bertiup dari Australia menuju Asia, khususnya melewati Indonesia, yang terjadi selama periode April hingga Oktober.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Siddiq mengungkapkan, Fenomena musim dingin disebabkan Monsun Australia itu juga bisa terjadi di Kalteng.

"Hawa dingin ini lebih tepat dikaitkan dengan pola musiman tahunan yang umum terjadi saat musim kemarau, terutama di malam hari," ujar Ihsan, Sabtu (12/7/2025).

Ihsan menyebut, untuk wilayah Kalteng, awal musim kemarau diprediksi pada Juni Dasarian III hingga Juli Dasarian II.

Musim kemarau ini, kata Ihsan, ditandai dengan dominasi angin timur-tenggaraan atau yang lebih dikenal Monsun Australia yang bersifat kering dan dingin.

"Kemudian pada musim kemarau tutupan awan relatif lebih sedikit, ketika siang hari penyinaran matahari optimal sehingga terasa panas, sedangkan pada malam hari terjadi pelepasan panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari," ungkapnya.

Baca juga: Penjelasan BMKG Kalteng Fenomena Awan Kinton Jatuh di Kawasan PT Adaro Indonesia Murung Raya 

Baca juga: Fenomena La Nina, Kalteng Waspada Bencana Banjir

Namun, lanjut Ihsan, karena tutupan awan yang relatif lebih sedikit, menyebabkan terjadinya pelepasan panas yang relatif lebih cepat ke atmosfer, yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam sampai dini hari.

Secara umum, BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2025 di Kalteng sebagai besar terjadi pada Agustus.

"Diprediksi durasi musim kemarau 2025 berkisar 5, 6, 8, 11, dan 13 dasarian," kata Ihsan.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved