RS Siloam Palangka Raya

Tak Perlu ke Luar Kota, RS Siloam Palangka Raya Launching Layanan Ortopedi dengan Peralatan Canggih

Direktur RS Siloam Palangka Raya, dr Indriyani Wijaya menyebut, selain seminar, kegiatan ini juga sekaligus ajang launching inovasi pelayanan terbaru.

Tayang:
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/HERMAN ANTONI SAPUTRA
Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya, Kalimantan Tengah sukses menggelar seminar medis yang berlangsung, di Aula RS Siloam Palangka Raya, Jumat (10/1/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya, Kalimantan Tengah sukses menggelar seminar medis yang berlangsung, di Aula RS Siloam Palangka Raya, Jumat (10/1/2025).

Seminar ini mengusung tema "Inovasi Dalam Endoskopi Tulang Belakang: Pendekatan Minimally Invasive untuk Penanganan Nyeri Punggung Bawah".

Acara ini dihadiri oleh para dokter yang bekerja di berbagai perusahaan besar di Kalteng, baik dari perusahaan batu bara hingga perusahaan sawit. 

Seminar ini bertujuan memberikan edukasi tentang penanganan nyeri punggung dan masalah saraf kejepit.

Kedua permasalahan tersebut merupakan tantangan kesehatan umum di Indonesia. 

Baca juga: Simulasi Tanggap Darurat Bencana Pemadaman Api, 181 Karyawan RS Siloam Palangkaraya Dilibatkan

Namun, dengan kemajuan teknologi medis, solusi inovatif seperti endoskopi tulang belakang kini menjadi pilihan yang menjanjikan. 

Dalam seminar tersebut juga membahas secara komprehensif tentang apa itu endoskopi tulang belakang.

Termasuk, bagaimana prosedurnya dilakukan, keuntungannya, kondisi yang dapat diobati, dan siapa yang merupakan kandidat ideal untuk prosedur ini.

Tiga dokter spesialis dihadirkan untuk menjadi pemateri dalam acara ini. 

Yakni, dr Vonny, dr Perwira Bintang dan dr Edwin Hasiholan. 

Direktur RS Siloam Palangka Raya, dr Indriyani Wijaya menyebut, selain seminar, kegiatan ini juga sekaligus ajang launching inovasi pelayanan terbaru di bidang ortopedi atau spesialis tulang. 

"Prosedur bedah ini sendiri untuk mengatasi masalah di area tulang belakang. Melalui sayatan kecil selebar satu centimeter, prosedur ini meminimalkan trauma dan rasa sakit atau nyeri," ujar Indriyani Wijaya. 

Walaupun operasi tersebut dirasa efektif untuk mempercepat pemulihan dan rasa nyeri. 

Namun menurutnya, ada banyak prosedur yang mesti harus disiapkan dengan matang. 

Sementara untuk persiapannya nanti, kata Indriyani, memerlukan Magnetic resonance Imaging atau MRI yang canggih yang dimiliki oleh RS Siloam Palangka Raya. 

"Jadi ini (MRI, red) yang dimiliki oleh RS Siloam canggih dan tidak kalah dengan yang ada di kota-kota besar," bebernya.

Di tempat yang sama, mewakili narasumber lainnya, dr Perwira Bintang mengatakan, saat ini tidak perlu jauh-jauh ke luar kota atau negeri jika ingin mengatasi masalah nyeri punggung bagian bawah. 

Hal tersebut lantaran di RS Siloam Palangka Raya sudah bisa melakukan pengobatan hingga operasi saraf terjepit yang menggunakan prosedur MRI atau operasi yang melalui sayatan kecil yang hanya selebar satu centimeter. 

"Intinya kita membawa layanan yang dulunya hanya ada di luar kota dan kini operasi nyeri punggung mengunakan MRI," ujarnya. 

Ada banyak prosedur endoskopi tulang belakang yang dilalui. 

Satu di antaranya yaitu membius pasien secara lokal atau umum, tergantung pada kebutuhan.

Termasuk dokter akan membuat sayatan sekitar satu centimeter di area punggung, penggunaan kamera endoskop yang dimasukkan melalui sayatan untuk memvisualisasikan area yang bermasalah.

Lanjut, instrumen bedah mini dimasukkan melalui sayatan lain untuk melakukan tindakan seperti dekompresi, foraminotomy, disektomi, atau fusi tulang belakang.

Lebih lanjut, Perwira menerangka operasi tersebut juga memiliki keuntungan dikare akan dengan sayatan kecil mengurangi trauma dan rasa sakit.

Pasien bisa pulang dalam waktu yang singkat setelah operasi, risiko infeksi dan perdarahan lebih rendah, serta meredakan nyeri dan meningkatkan fungsi saraf.

Sementara untuk kondisi yang dapat diobati dengan endoskopi tulang belakang, yaitu Stenosis foraminal, HNP (Hernia Nukleus Pulposus) atau saraf kejepit, diskus degeneratif, skolosis, spondilolistesis dan trauma tulang belakang. 

"Pasien dengan kondisi tulang belakang yang dijelaskan di atas dapat menjadi kandidat potensial. Namun, keputusan akhir ditentukan oleh dokter setelah pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved