Berita Palangkaraya

Mengenal Sanggar Seni Ruai Bahalap Taheta Kota Palangkaraya, Dua Tahun Berdiri Banyak Raih Prestasi

Geliat komunitas kesenian di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, semakin marak dengan hadirnya beberapa sanggar seni. 

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Fathurahman
ISTIMEWA
Sanggar Seni Ruai Bahalap Taheta Kota Palangkaraya.  

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Geliat komunitas kesenian di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, semakin marak dengan hadirnya beberapa sanggar seni. 

Dari sekian banyak komunitas kesenian tersebut, satu diantaranya Sanggar Seni Ruai Bahalap Taheta Kota Palangkaraya

Sanggar Seni Ruai Bahalap Taheta merupakan sanggar yang baru berusia 2 tahun berdiri pada 10 April 2022 lalu. 

Sanggar tersebut didirikan untuk melestarikan seni budaya daerah Kalimantan Tengah serta juga bergerak dibidang tari kreasi modern dan modern dance. 

Selain sebagai komunitas professional di bidangnya, juga membina kaum ramaja dan generasi muda umumnya dalam menyalurkan bakat khusus Tari dan Musik Tradisional Dayak Kalimantan Tengah

Mentor Sanggar Seni Ruai Bahalap Taheta, Rendi Saputra mengatakan, beberapa generasi lahir dan dibina oleh sanggarnya, sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya tradisi Kalimantan Tengah

"Tujuan utama sanggar ini berdiri yaitu untuk melestarikan Budaya Kalteng agar tidak hilang dimakan waktu," ujar Rendi Saputra, Senin (29/4/2024). 

Semenjak 2 tahun berdiri ada banyak prestasi yang sudah di dapatkan, seperti mengikuti Sendratari Titis Tutus, Sendratari Amuk Banua Kumai (Panglima utar).

Mengikuti Musium Rekor Dunia Indonesia atau Muri dengan rekor Tari Gelang Dadas dan Bawo pada tahun 2023 lalu.

Yang terbaru, baru saja di percayakan untuk menjadi tim produksi untuk Sendratari Gumi Halaman Sangarasi (Puteri Mayang Sari) pada 25 april 2024 lalu

Ketua rendi saputra, juga merupakan salah satu pelaku seni bidang tari gelang yang dikenal di Palangkaraya juga merupakan salah satu penari yang pernah menari di event tingkat nasional dan internasional bersama dapur Tari Abib Igal dan Eco's Dance Compeny. 

Rendi juga pernah mengikuti even tari pada karya konvergen Abib Igal di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Penari Abib Igal dalam acara Solo Internarional Perfoming Art (SIFA).

Baca juga: Lomba Tari Disbudpar Kotim, Tanamkan Kecintaan Seni & Budaya Lokal Bagi Generasi Milenial

Serta, Penari Abib Igal dalam acara Jakarta Internationa Foklor (JIF) dan Penari dalam karya EKO PC migthy indonesia dalam kegiatan Pekan Kesenian Nasional (PKN) 

Terlepas dari itu semua, Seniman Tari Dayak Kalteng itu berharap kedepannya Sanggar Ruai Bahalap Taheta bisa menjadi salah satu sanggar yang besar dan dikenal didalam negeri dan luar negeri.

Serta bisa terus melestarikan seni dan budaya Kalteng khususnya budaya Tari Gelang Barito Timur.

"Bisa memotivasi sanggar - sanggar yang masih berusia muda agar tidak takut untuk mencoba agar berkembang," pungkas Rendi Saputra. (*) 

 

(Herman Antoni Saputra) 


 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved