Berita Palangkaraya

Mengapa Palangkaraya Disebut Kota Cantik? Ini Penjelasannya

Banyak yang belum tahu mengapa Kota Palangkaraya disebut Kota Cantik, ternyata ini penjelasan dan sejarahnya yang wajib diketahui

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM / FATURAHMAN
Bundaran Besar Palangkaraya pascarenovasi salah satu menjadi ikon di Kota Cantik. 

TRIBUNKALTENG.COM – Kota Palangkaraya merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), bagian dari Pulau Kalimantan menjadi provinsi termuda sebelum, terbentuk pemakaran baru Kalimantan Utara (Kaltara).

Wilayah ini pun saat ini juga sudah menjadi kota terbesar di Indonesia setelah wilayah Papua dimekarkan sebagai provinsi khusus.

Kota inipun juga dijuluki Kota Cantik. Mengapa Palangkaraya disebut Kota Cantik, ternyata ini penjelasannya.

Kota Palangka Raya dibangun pada 1957 bersamaan dengan pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah, resmi terbentuk 23 Mei 1957 berdasarkan UU Darurat 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah.

Pusat pemerintahan daerah Provinsi Kalimantan Tengah dengan berlakunya UU 27/1959 dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Des. 52/12/2-206

Sebelum menjadi daerah otonom, Kalimantan Tengah masih menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan pusat pemerintahan berada di Kota Banjarmasin.

Pembangunan pertama kali Kota Palangka Raya ditandai dengan peresmian Tugu ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah di Pahandut pada 17 Juli 1957.

Tanggal inilah yang kemudian dirayakan sebagai hari jadi Kota Palangkaraya hingga saat ini.

Arti Palangkaraya sendiri diambil dari Bahasa Dayak atau Bahasa setempat, Palangka artinya “tempat” dan Raya itu artinya “besar”.

Sebelumnya Palangkaraya bernama Pahandut yang saat ini menjadi Kecamatan Pahandut.

Berdasarkan UU 21/1958, nama Pahandut berganti nama dengan Palangkaraya.

Kota Cantik inipun diresmikan pertama kali oleh Presiden Soekarno dengan simbol tugu yang diberi nama Tugu Soekarno Palangkaraya.

Baca juga: Mandau Senjata Tradisional Suku Dayak, Bahan Material Dasar Berasal dari Alam, Terutama Hutan

Baca juga: Wisata Kalteng, 5 Destinasi Unggulan Layak Dikunjungi, Dua Tempat di Pusat Kota Palangkaraya

Tugu ini merupakan landmark bersejarah Kota Palangkaraya. Letaknya tak jauh dari Bundaran Besar sebagai pusat kota, tepatnya berada di Jalan S Parman, di sisi Sungai Kahayan yang merupakan sungai terbesar di Kalimantan Tengah.

Pembangunan monumen itu mempunyai makna mendalam. Makna angka 17 melambangkan hikmah Proklamasi Kemerdekaan RI.

Tugu Api yang berarti api tidak kunjung padam, semangat kemerdekaan, dan membangun.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved