Pondok Konservasi Hutan Jerumbun Kobar

Datang ke Jerumbun Kobar Kalteng, Turis Asing Jadi Relawan Konservasi Turut Lestarikan Hutan

Pondok Konservasi Hutan Jerumbun Kobar kurang dikenal pengunjung lokal, namun sebaliknya sangat dikenal oleh turis asing yang datang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM/AHMAD SUPRIANDI
Hans dan Kirstin saat sedang menanam pohon di Lokasi Konservasi di Jerumbun, Rabu (21/2/2024). 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Pondok Konservasi Hutan Jerumbun Kobar kurang dikenal pengunjung lokal, namun sebaliknya sangat dikenal oleh turis asing yang datang.

Dibanding konservasi Jerumbun Kobar, kebanyakan warga lokal lebih kenal Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) karena memang sudah sangat terkenal hingga mancanegara.

Lokasi hutan konservasi Jerumbun Kobar selama ini menjadi peyangga taman nasional tanjung puting atau TNTP artinya perannya juga penting untuk Tanjung Puting.

Banyak orang asing yang datang ke Jerumbun Kobar untuk menjadi relawan konservasi yang turut melestarikan tanaman yang ada Jerumbun.

Baca juga: Menteri Siti Nurbaya soal Luasan Hutan di Kalteng: jika Perda Belum Berubah, maka Masih Sama

Baca juga: Tambang Ilegal, Kebakaran dan Pembukaan Kebun Sawit, Jadi Ancaman Kelestarian Hutan Jerumbun

Baca juga: Pengelola FNPF Konservasi Jerumbun, Ternyata Dulunya Juga Sempat Terlibat Dalam Perusakan Hutan

Ya, Jerumbun namanya sudah jelas kalah tenar dengan TNTP meski jaraknya hanya terpisah Sungai Sekoyer. Menuju Jerumbun juga melewati TNTP karena sama-sama berada di sekitar Sungai Sekonyer.

Selain itu ada satu lagi cara menuju Jerumbun yaitu dengan menyeberang dari dermaga penyeberangan Kumai menuju Desa Bedaun kemudian dilanjutkan dengan jalur darat yang membutuhkam 1-2 jam perjalanan.

Jerumbun adalah sebuah pondok konservasi yang dikelola oleh organisasi non-profit bernama Friends of National Park Foundation atau FNPF yang memiliki menjaga dan melestarikan hutan.

Jerumbun memang jarang disorot membuat warga Kobar tak banyak yang mengetahui tentang kegiatan konservasi di Jerumbun.

Salsa (22) misalnya, seorang mahasiswi dari Pangkalan Bun mengaku berkunjung ke pondok konservasi ini baru pertama kali bahkan baru pertama kali juga mendengar namanya karena sedang ada kegiatan di sini.

"Saya baru pertama kali ke sini (Jerumbun,red) mendengarnyapun karena ada kegiatan," ungkap Salsa.

Senin (19/2/2024) sekira pukul 11.30 WIB Salsa datang bersama kawan-kawannya di Jerumbun. Ia begitu bersemangat melihat-lihat pepohonan di sekitar pondok konservasi Jerumbun.

Puas melihat-lihat sebentar Salsa bersama rombongannya diarahkan petugas di Jerumbun untuk segera menyantap makan siang yang telah disiapkan.

Bersamaan dengan Salsa dan kawan-kawannya sedang menikmati makan siang terlihat juga rombongan turis asal Jepang yang begitu riang sembari melihat-lihat bibit pohon.

Tangan mereka masih ada sisa sisa tanah karena baru saja selesai menanam pohon.

Usai menanam, mereka berpeluhan dan wajahnya sedikit merah karena saat itu cuaca cukup terik bagi turis asing. Meski begitu mereka tak terlihat lelah padahal di antara mereka ada orang tua berusia lebih dari 50 tahun.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved