Berita Palangkaraya

Manfaatkan CFD Palangkaraya, Tingkatkan Minat Baca Komunitas Rumah Baca Bahijau Sasar Anak

Keberadaan Car Free Day a atauc CFD Palangkaraya, tidak hanya dijadikan wadah untuk transaksi jual beli saja termasuk kegiatan komunitas.

Penulis: Anita Widyaningsih | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Anita Widyaningsih
Kegiatan komunitas rumah baca bahijau saat gelar lapak membaca dan mewarnai bagi anak, di Car Free Day atau CFD Palangkaraya, Minggu (11/2/2024). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA –  Keberadaan Car Free Day a atauc CFD Palangkaraya, tidak hanya dijadikan wadah untuk transaksi jual beli saja.

CFD Palangkaraya juga dijadikan wadah untuk memperkenalkan, komunitas yang ada di Palangkaraya.

Satu di antara komunitas yang memanfaatkan CFD Palangkaraya tersebut adalah rumah baca bahijau.

Pengurus rumah baca bahijau, Yosi menyampaikan, pada awalnya komunitas ini terbentuk di dasari oleh kegemarannya membaca, bersama dengan rekan, Jenito yang memiliki hoby yang sama ia memberanikan diri untuk membentuk komunitas ini.

Baca juga: Bundaran Besar Palangkaraya Kembali Jadi Tempat Olahraga, PKL CFD Ingin Tetap di Lokasi Lama

Baca juga: Gelar Kopi Darat Tiap Minggu di CFD Palangkaraya, Komunitas Musang Lovers Edukasi Masyarakat 

Baca juga: Lokasi CFD Palangkaraya, Jadi Tempat Mahasiswi UPR Sosialisasikan Pengurangan Limbah Plastik

Pada awalnya rumah baca bahijau menyasar masyarakat umum, untuk meningkatkan minat baca di Indonesia yang tergolong masih rendah.

Namun kemudian Yosi menyadari, minat baca harus ditanamkan sejak usia anak.

Rumah Baca Bahijau tidak hanya terbatas di Kota Palangkaraya saja, Yosi juga berkeliling Kalimantan Tengah besama denga komunitasnya ini.

“Rumah Baca Bahijau sudah ada sejak 2017 sebenarnya, awal kegiatan bukan ke anak-anak tapi ke remaja dan anak muda. Lama-kelamaan kita melihat kebutuhan penting memang ke anak-anak, dari 2019 kita mulai fokus ke anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, difokuskannya kegiatan membaca ini kepada anak, karena Yosi merasa membangun pondasi untuk melakukan sebuah kebiasaan agar terus dilakukan, harus ditanamkan sejak dini.

Saat ini Indonesia termasuk dalam kategori, yang memiliki minat baca yang rendah.

“Jadi kita gak nyalahin orang sekarang daya bacanya rendah, kita lihat kebelakang ini pasti ada alasannya kenapa begini,” imbuhnya.

Yosi merasa, saat ini anak-anak telah jarang diperkenalkan dengan buku.

“Sekarang PR kita, anak-anak yang kita sasar supaya mereka punya pondasi nantinya. Ingatan memori tentang buku itu indah, sehingga akhirnya nanti mereka menganggap bahwa buku itu sesuatu yang memang mereka butuhkan,” sebutnya.

Satu di antara kendala lainnya terhadap rendahnya minat baca adalah, mahalnya harga buku yang memiliki kualitas isi yang baik.

Namun di Rumah Baca Bahijau ini, Yosi tetap berusaha terus menyajikan kualitas buku yang baik.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved