Berita Palangkaraya
Urutan ke 8 Nasional, Minggu Pertama Bulan Februari 2024 Inflasi Kalteng Sentuh Angka 3,40 Persen
Inflasi Kalteng capai 3,40 persen secara nasional di urutan ke 8. Pemprov Kalteng berupaya menekan angka inflasi agar tidak naik Bulan Februari ini.
Penulis: Anita Widyaningsih | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kalteng menduduki urutan ke 8 secara nasional, angka inflasi 3,40 persen. Pemprov Kalteng berupaya menekan angka inflasi dengan harapan jangan sampai Bulan Febuari semakin naik.
Indeks Perkembangan Harga atau IPH Kalteng yang tertinggi adalah Seruyan, 2,18 persen, yang menurun terjadi di Barito Utara 0,81 persen.
Hal itu terungkap saat Pemprov Kalteng mengikuti rapat koordinasi inflasi bersama Menteri Dalam Negeri, Senin (5/2/2024) secara daring dari di Aula Bajakah Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono Palangkaraya.
Dalam kegiatan ini, Pemprov Kalteng, diwakilkan oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko.
Dalam rapat koordinasi inflasi tersebut, berdasarkan laporan Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan terkait inflasi di Kalteng.
Baca juga: Daging Ayam Ras Masih Jadi Andil Komoditas Utama Terhadap Inflasi di Kalteng
Baca juga: Kunker ke Kotim, Wagub Kalteng H Edy Pratowo Memantau Pasar Penyeimbang untuk Tekan Inflasi
Baca juga: Pasar Penyeimbang dan Operasi Pasar,Upaya Pemko Palangkaraya Jaga Inflasi 2024 Stabil dan Terkendali
Pada Januari 2024, Kalimantan Tengah masuk dalam 10 Kabupaten/Kota, dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), tertinggi urutan ke 6, di angka 2,18 persen, yaitu Kabupaten Seruyan, dengan komoditas beras, cabai merah, dan daging ayam ras.
Dari data tersebut, secara year on year Kalimantan Tengah merupakan inflasi tertinggi regional Kalimantan, dengan angka 3,40 persen.
Sedangkan inflasi terendah di regional Kalimantan diduduki oleh Kalimantan Utara, yang berada pada angka 1,99 persen.
Terkait hal ini, Yuas Elko berharap jangan sampai inflasi ini, meningkat di Febuari.
“Tadi kita sudah menyimak paparan dari narasumber, ternyata Kalteng naik inlfasi 3,40 persen secara nasional di urutan ke 8. Ini yang kita khawatirkan jangan sampai di Febuari malah semakin naik inflasinya, IPH yang tertinggi adalah Seruyan, 2,18 persen, yang menurun itu di Barito Utara 0,81 persen,” sebutnya.
Ia menambahkan, perlu dilakukan koordinasi bagi TPID Provinsi untuk mengkaji komoditas yang ikut andil dalam inflasi terbesar, untuk membuat rencana jangka pendek, menengah, dan panjang.
ia menyebut, terkait hal ini pihaknya dapat mengusulkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah, terkait koordinasi kerjasama antar daerah, dan pasar penyeimbang.
“Kalau rencana jangka panjang sudah ada pabrik rice milling unit, yang kita tunggu pembangunannya,” pungkasnya. (*)
Palangka Raya Resmi Jadi Tuan Rumah Kongres GMNI XXIII Tahun 2028, Ada Historisnya |
![]() |
---|
Tak Ada Anggaran Tambahan, Pemprov Targetkan RTH Eks KONI Kalteng Selesai Paling Lambat Desember |
![]() |
---|
Panen Jagung di Pekarangan Polresta Palangka Raya, Achmad Zaini: Bukti Bisa Bertani di Tengah Kota |
![]() |
---|
Simpan 24 Paket Sabu, Napi Rutan Kelas IIA Ditangkap Satresnarkoba Polresta Palangka Raya |
![]() |
---|
Pemprov Kalteng Bakal Kaji Pelanggaran Aturan dan Kerusakan Lingkungan oleh 7 Perusahaan Tambang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.