Guru Danau Meninggal Dunia

Kenangan Abah Guru Danau KH Asmuni dan Guru Sekumpul, Kabar Duka Dari HSU Kalsel Hari ini

Abah Guru Danau KH Asmuni, sosok ulama dari Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan ada kenangan bersama Abah Guru Sekumpul.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nia Kurniawan
Info daha negara 1 Whatsapp
Abah Guru Danau KH Asmuni, sosok ulama dari Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan ada kenangan bersama Abah Guru Sekumpul. 

TRIBUNKALTENG.COM - TribunBreakingNews Bagi Abah Guru Danau KH Asmuni, sosok ulama dari Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan ada kenangan bersama Abah Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.

Ya, belum lama ini Haul ke-19 Guru Sekumpul telah digelar. Kini kembali ada Kabar Duka kepergian Abah Guru Danau.

Nah, Kabar Duka hari ini telah meninggal dunia Abah Guru Danau KH Asmuni, Jumat 2 Februari 2024 pukul 16.30 wita di Danau Panggang, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

" Kerukunan BPK Hulu Sungai Selatan dan seluruh relawan BPK/PMK se kabupaten Hulu Sungai Selatan berduka, " ucapan duka beredar di grup Info Daha Negara 1.

Baca juga: Guru Danau KH Asmuni Meninggal Dunia, Ucapan Duka Sekda Hulu Sungai Utara Kalsel

Baca juga: Perjalanan Dakwah Abah Guru Danau KH Asmuni, Ulama HSU Kalsel yang Meninggal Hari ini

Baca juga: Profil Abah Guru Danau KH Asmuni, Kabar Duka Dari Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan Hari ini

Ada kenangan bagi Abah Guru Danau KH Asmuni, sosok ulama dari Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan.

Mengutip dari tulisan Mujiburrahman, Abidin, & Rahmadi, 2012, beliau meneruskan studinya di tingkat atas (aliyah/ulya) di Pesantren Darussalam Martapura (tamat tahun 1977).

Selama belajar di Martapura, selain belajar di Pesantren Darussalam, Guru Danau juga belajar dengan sejumlah ulama (tuan guru) yang bertebaran di Martapura.

Salah satu ulama Martapura tempatnya belajar adalah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Ijai (w. 2005), salah satu ulama karismatik yang disebut juga dengan nama Guru Sekumpul.

Setelah tamat di pesantren Darussalam, Guru Danau sempat pulang ke kampung halamannya. Tidak lama kemudian, pada tahun 1978, atas anjuran Guru Ijai dia kembali belajar di Pesantren Datuk Kalampaian Bangil di Jawa Timur.

Di sini dia belajar dengan ulama Karismatik keturunan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, yaitu Kyai Haji Muhammad Syarwani Abdan (w.1989).

Secara rutin dia tetap mengikuti pengajian Guru Ijai di Martapura baik ketika masih di Keraton maupun setelah pindah ke Sekumpul.

Guru Danau terus mengikuti pengajian Guru Ijai sampai sang guru meninggal dunia pada tahun 2005.

Ketika ingin membuka pengajian, Guru Danau terlebih dahulu meminta izin kepada Guru Ijai. Sang Guru mengizinkan dengan syarat tidak boleh bapintaan (meminta dana dari masyarakat), harus memakai halat (dinding) yang memisahkan laki-laki dan perempuan, dan harus ikhlas. Agar seorang guru dapat ikhlas mengajar, dia harus memiliki kemandirian ekonomi.

Dengan kemandirian ini, seorang guru dapat berkonsentrasi mengajar dan berdakwah tanpa mengharap imbalan uang.

Guru Danau membuka pengajian agama di Desa Bitin pada tahun 1978 (sebelum menikah) dan mengajar di Pesantren Salatiah.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved