Berita Palangkaraya

Dampak Banjir Kalteng, Plt Kadisdik Kalteng Surati Kepsek Minta Proses Belajar Secara Virtual

Dampak Banjir Kalteng,  akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai yang melanda sejumlah daerah membawa berpengaruh pada sektor pendidikan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Anita Widyaningsih | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Anita Widyaningsih
Plt Kadisdik Kalteng, M Reza Prabowo saat ditemui awak media memberikan keterangan terkait dampak Banjir Kalteng untuk sektor pendidikan, Selasa (30/1/2024) di Kantor Gubernur Kalteng. Peristiwa Banjir Kalteng tersebut, disikapi Plt Kadisdik Kalteng dengan menyurati Kepsek yang wilayahnya terdampak  melaksanakan proses belajar mengajar tidak melalui kegiatan tatap muka sementara dilakukan secara virtual. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Dampak Banjir Kalteng,  akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai yang melanda sejumlah daerah membawa berpengaruh pada sektor pendidikan, karena banyak sekolah terendam.

Peristiwa Banjir Kalteng tersebut, disikapi Plt Kadisdik Kalteng menyurati Kepsek yang wilayahnya terdampak  melaksanakan proses belajar mengajar tidak melalui kegiatan tatap muka sementara dilakukan secara virtual.

Banjir Kalteng tersebut terjadi pada sejumlah sekolah yang berada di tiga wilayah banjir, seperti Barito Selatan, Barito Utara, dan Murung Raya ikut terendam.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, atau Plt Kadisdik Kalteng, M Reza Prabowo menyebut cukup banyak sekolah yang terdampak banjir, di wilayah tersebut.

Baca juga: Pendistribusian Bantuan ke Wilayah Banjir Tidak Mengalami Kendala, Seluruh Komponen Bergerak

Baca juga: Dampak Banjir, Distribusi Barang dan Jasa Terganggu, Harga Sembako di Kabupaten Murung Raya Naik

Baca juga: BPBD Palangkaraya Pantau Banjir di Kelurahan Marang Turun, Debit Air Sungai Kahayan Masih Normal

“Kemarin sudah bersurat ke masing-masing kepala sekolah, untuk segera melakukan pendataan dan laporan itu setiap hari, namun belum berbalas” jelasnya Selasa (30/1/2024).

Ia menambahkan, meskipun terendam banjir kegiatan sekolah tetap harus dilaksanakan meskipun tidak dengan betatap muka, melainkan melalui virtual, dengan memberikan jangka waktu selama satu minggu.

Reza juga menyebut, sejak pantauan terakhir dua hari lalu, lokasi terparah yang terdampak banjir adalah Barito Selatan.

“Yang ada dikirim ke saya itu kalau tidak salah, di Barito Selatan, ini informasinya juga sudah sampai kementerian,” sebutnya.

Ia menambahkan, terkait solusi jangka panjang dalam hal ini dapat di lakukan relokasi, dengan membangun unit sekolah baru.

“Terkait kondisi alam kita sama-sama mengetahui, terus kemudian ada juga contoh seperti di Murung Raya itu ada sekolah yang langganan banjir, itu kita relokasi kita bisa bisa bangun unit sekolah baru. Selama proses perencanaannya matang,” pungkasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved