Berita Palangkaraya

Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Kalteng Beri 6 Tips Hadapi Anak Yang Bermasalah

Kenakalan anak kini semakin sering terjadi bahkan berhadapan dengan hukum, lantas bagaiman orangtua mengatasinya, ini tips untuk anak bermasalah

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
tangkapan layar fb
Widya Kumala seorang aktivis perlindungan perempuan dan anak (PPA) di Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kenakalan anak kini semakin sering terjadi, bahkan kini cukup banyak anak atau remaja yang harus berhadapan dengan hukum.

Tentu hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor keluarga, cara mendidik anak, dan lingkungan tempatnya bersosialisasi.

Kemudian, cukup banyak pula anak yang memiliki rasa penasaran tinggi, namun tidak mendapatkan jawaban dari orang tuanya.

Sehingga membuat anak mencari tahu dari lingkungannya, namun tidak berpikir bahwa yang dilakukannya merupakan hal yang negatif.

Baca juga: Berikut Tips dari Aktivis PPA Kalteng Hadapi Anak Bermasalah dan Terlibat Kenakalan Remaja

Baca juga: Orang Tua Diminta Lebih Peduli Terhadap Anak, Sikapi Fenomena Kenakalan Remaja di Kalteng

Hal itu diungkapkan Aktivis Perlindungan Perempun dan Anak Kalteng Widya Kumala.

Dirinya pun memberikan 6 tips sikap orang tua untuk menghadapi anak yang bermasalah.

“Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi anak yang bermasalah, para orang tua tentu harus lebih banyak berkomunikasi dan menjadi teman bagi anak,” terangnya saat dihubungi Tribunkalteng.com, pada Sabtu (20/1/2024).

Tips pertama orang tua bisa mencari waktu dan situasi yang nyaman untuk membicarakan masalah yang sedang dialami oleh anak.

Kedua ialah mengajukan pertanyaan terbuka yang bersifat umum, seperti Ibu atau Ayah lihat akhir-akhir ini kamu berubah, apa yg kamu rasakan, dengan pertanyaan seperti ini bisa memancing anak untuk bercerita pada orang tua.

Ketiga, jika anak masih enggan bercerita, yakinkan bahwa orang tua adalah orang yang paling tepat untuk diajak mendengarkan cerita, pastikan rahasia aman dan orang tua tetap bijaksana saat mendengar cerita anak.

“Kemudian orang tua juga harus menyampaikan kepada anak bahwa setiap orang pasti mempunyai masalah,” ujar Widya.

Keempat, bila anak mau bercerita, dengarkan secara seksama, jangan potong pembicaraan dengarkan sampai selesai.

Kelima ialah ajukan pertanyaan terkait masalah yang dihadapinya secara detail.

Baca juga: Cegah Bali dan Kenakalan Remaja, Personel Sat Samapta Patroli di Temanggung Tilung Palangkaraya

Baca juga: Histeris dan Tangis Ayah Pecah Kepulangan Jasad Anak Korban Laka di Jalan A Yani Pangkalan Bun

Keenam, ajak atau libatkan anak untuk mencari jalan penyelesaian dari masalah yang dihadapi dengan memunculkan cara pemecahan masalah dan akibatnya.

“Orang tua harus memberi kepercayaan kepada anak untuk menentukan pilihan dalam menyelesaikan masalahnya sendiri,” tutup Widya Kumala. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved