Berita Palangkaraya

Berikut Tips dari Aktivis PPA Kalteng Hadapi Anak Bermasalah dan Terlibat Kenakalan Remaja

Berikut sejumlah tips dari Aktivis Perlindungan Perempun dan Anak atau PPA Kalteng atasi kenakalan remaja dan anak yang bermasalah

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Pangkan B
Ilustrasi, tawuran menjadi salah satu kenakalan remaja di Palangkaraya, berikut tips dari PPA Kalteng atasi hal tersebut. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Marak kasus kenakalan remaja di Kota Palangkaraya, tentu membuat orang tua cukup khawatir akan pergaulan anaknya.

Bagaimana tidak, orang tua tentu tak dapat memantau anaknya ketika tidak berada di rumah.

Bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan dan aktivitas anak saat berada di luar jangkauan orang tuanya.

Selain itu, permasalahan anak pun kurang terekspose oleh orang tua karena kurangnya komunikasi intens antar anak dan orang tua.

Aktivis Perlindungan Perempun dan Anak atau PPA Kalteng Widya Kumala memberikan, cara dalam menjaga dan menghadpi anak yang bermasalah.

“Tentu banyak cara untuk bagi orang tua dalam mendidik dan mehadapi anak yang bermasalah,” terangnya, Senin (20/11/2023).

Widya yang akrab disapa Yaya mengatakan, orang tua harus mencari waktu dan situasi yang nyaman untuk membicarakan masalah yg sedang dialami anak.

“Kemudian para orang tua juga dapat mengajukan pertanyaan terbuka yang bersifat umum, seperti ibu atau ayah liat akhir akhir ini kamu berubah, apa yg kamu rasakan,” ujarnya.

Baca juga: Perkelahian Remaja Berujung Perampasan Motor di Jalan KS Tubun Ditangani Polsek Pahandut

Baca juga: Viral Gaga-gara Lem Super Kaki Remaja di Koja Tak Bisa Lepas dari Sandal Jepit, Minta Bantu Damkar

Hal seperti ini bisa menjadi pertanyaanya, sehingga dapat memancing anak untuk bercerita pada orang tua.

Ia mengatakan, jika anak masih enggan bercerita, yakinkan bahwa orang tua adalah orang yang paling tepat untuk diajak mendengarkan cerita.

“Serta para orang tua juga pastikan rahasia aman dan orang tua tetap bijaksana saat mendengar cerita anak, kemudian juga sampaikan bahwa setian orang pasti punya masalah,” ujar Yaya.

Kemudian bila anak mau bercerita, dengarkan secara seksama, dan jangan potong pembicaraan, serta dengarkan sampai selesai.

Jika anak sudah merasa terbuka dengan orang tua, ajukan pertanyaan terkait masalah yang dihadapinya.

Para orang tua juga diminta untuk melibatkan anak untuk mencari jalan penyelesaian dari masalah yang dihadapi dengan memunculkan cara pemecahan masalah dan akibatnya.

Baca juga: Warga Tanjung Pinang Palangkaraya Sudah Ada Terserang DBD, Dinkes: Waspada Musim Hujan Tiba

“Terakhir, diharapkan orang tua bisa memberi kepercayaan anak untuk menentukan pilihan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, namun tetap dalam pengawasan orang tua,” tutup Widya Kumala. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved