Berita Palangkaraya

Diperkirakan Ratusan Hektare TWA Bukit Tangkiling Palangkaraya Terbakar, Diduga Akibat Ulah Manusia

Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling Palangkaraya terbakar diperkirakan capai ratusan hekater diduga akibat ulah manusia.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
ISTIMEWA
Plt BPBD Palangkaraya Alman Pakpahan bersama jajarannya saat melakukan upaya pemadaman kebakaran di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling Palangkaraya terbakar diperkirakan capai ratusan hektar diduga akibat ulah manusia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling Palangkaraya tepatnya di Kecamatan Bukit Batu.

Plt Kepala BPBD Palangkaraya Alman Pakpahan menyebut 99 persen karhutla di kawasan Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Palangkaraya tersebut akibat ulah manusia.

“Karena saya melihat ketika memimpin tim melakukan pemadaman, bersama Pj Walikota juga, bahwa memang 99 persen penyebab karhutla di lokasi itu ada unsure kesengajaan,” ujarnya, Senin (02/10/2023).

Baca juga: Viral di Medsos Pedagang Dawet Keliling, Diduga Mencuci Wadah Es Pakai Air Got Aksinya Terbongkar

Baca juga: Ojol di Kalsel Jadi Korban Begal, Saat Antar Penumpang dari Pasar Sentra Antasari Banjarmasin

Baca juga: Terganggu Proyek Peningkatan Jalan, Sopir Keluhkan Antrean Panjang Jalur Palangkaraya-Pulang Pisau

Meski tidak dapat menyebutkan secara pasti, namun menurutnya luas lahan yang terbakar di wilayah itu mencapai ratusan hektar.

\Rata-rata merupakan lahan milik warga yang dibiarkan kosong, walau ada sebagian kecil yang sudah menjadi kebun.

Muncul dugaan bahwa karhutla ini adalah akibat ulah pemilik lahan yang mau membersihkan lahan dengan cara instan dan gratis, tanpa mempedulikan dampak yang ditimbulkan dari karhutla tersebut.

Bukan tanpa alasan, dugaan itu muncul lantaran kejadian karhutla yang bertepatan dengan libur akhir pekan.

Sehingga, diduga ada oknum yang memanfaatkan hari libur akhir pekan untuk membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Yang kami bingung itu, kenapa di hari sabtu dan minggu yang banyak kejadian karhutla. Artinya, mungkin karena hari libur jadi kesempatan bagi mereka untuk menjenguk lahannya. Tapi, yang kami sayangkan kalau ada yang sampai membakar,” tuturnya.

Terlebih lagi, selain dampak karhutla kepada manusia yang pihaknya khawatirkan adalah dampak terhadap satwa liar maupun satwa yang dilindungi pemerintah, sebab diketahui di kawasan TWA Bukit Tangkiling juga terdapat kawasan konservasi bagi satwa dilindungi.

“Karhutla di TWA Bukit Tangkiling ini sudah pasti mengancam satwa-satwa yang ada di sana, ini lah salah satu yang jadi keprihatinan kami. Walaupun, sejauh ini kami belum mendapat laporan adanya satwa yang terdampak atau mati akibat karhutla, tapi hal seperti ini perlu kita cegah sejak dini,” ucapnya.

Dalam hal ini, ia mengimbau para pemilik lahan bisa turut andil dalam mencegah terjadinya karhutla. Antara lain dengan rutin mengurus lahan masing-masing dan tidak membiarkan ditumbuhi semak belukar hingga lebat, lalu membuat parit atau drainase di sekitar lahan untuk meminimalkan penyebaran apabila terjadi karhutla sekaligus bisa menjadi tempat penampungan air untuk keperluan pemadaman.

Pemilik lahan juga diminta membuat sumur bor yang bisa digunakan untuk keperluan pemadam apabila terjadi karhutla.

Sebab salah satu kendala utama tim pemadam dalam mengendalikan karhutla adalah minimnya sumber air.

Dengan adanya sumur bor tentu upaya pemadaman bisa lebih cepat. Serta, tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun.

Data Karhutla Palangkaraya termasuk kebakaran di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Palangkaraya
Data Karhutla Palangkaraya termasuk kebakaran di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling Palangkaraya (BPBD Palangkaraya)

Alman juga mengingatkan bagi seluruh masyarakat bahwa status karhutla di Palangkaraya masih sangat memprihatinkan, hampir setiap jam ada laporan kebakaran baru.

Maka dari itu, masyarakat diminta bersama-sama melakukan mitigasi atau upaya meminimalkan dampak terjadinya karhutla. 

Terlebih, berdasarkan prakiraan BMKG Kalteng musim hujan baru akan tiba pada November mendatang. Masih ada waktu 1 bulan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Adapun, berdasarkan data BPBD Palangkaraya per 2 Oktober 2023, total luas lahan yang terbakar di wilayah Palangkaraya selama tahun 2023 adalah 279,04 hektar dari total 426 kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Kecamatan Jekan Raya 229 kali, Pahandut 64 kali, Sebangau 128 kali, dan Bukit Batu 5 kali. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved