Sudah 12 Jam Kebakaran Hebat di Pelabuhan Jongor Tegal Belum Padam, 52 Kapal Dilalap Api

Akibat amukan api, hingga pagi ini sebanyak 52 kapal motor atau perahu nelayan yang bersandar di Pelabuhan Jongor, terbakar

Tayang:
Editor: Dwi Sudarlan
Kompas.com/Tresno Setiadi
Kebakaran hebat di Pelabuhan Jongor Tegal, sebanyak 52 kapal motor dan perahu dilalap api. 

TRIBUNKALTENG.COM, TEGAL - Kebakaran hebat terjadi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari atau dikenal Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Hingga Selasa (15/8/2023) pagi ini kebakaran itu sudah berlangsung selama 12 jam dan petugas masih terus berusaha memadamkan.

Akibat amukan api, hingga pagi ini sebanyak 52 kapal motor atau perahu nelayan yang bersandar di Pelabuhan Jongor, terbakar.

Api sendiri diduga berasal dari salah satu kapal motor yakni, KM Kurnia Jaya.

Baca juga: Korban Kebakaran Flamboyan Bawah Palangkaraya, Terpaksa Jual Rongsokan Untuk Tambahan Biaya Hidup

Baca juga: Kebakaran Lahan Marak, Polda Kalteng Tegaskan Pelaku Terancam Penjara dan Denda Rp 10 Miliar

Baca juga: Hati-hati, Juli Sampai Awal Agustus 2023 Terjadi 5 Kali Kebakaran Dalam 33 Hari di Palangkaraya

Si jago merah secara cepat merambat ke kapal-kapal lain.

Kobaran api juga cepat membesar karena adanya bahan bakar minyak (BBM) di kapal-kapal tersebut.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Jaka Wahyudi mengatakan, kebakaran bermula dari satu kapal KM Kurnia Jaya yang sedang bersandar di PPP Tegalsari. 

Kondisi angin yang besar dan posisi kapal yang saling berdekatan, kemudian membuat api  merambat ke kapal-kapal yang lain.

"Di samping posisi kapal yang saling berdekatan, kondisi angin juga kencang, sehingga api cepat merambat ke kapal lainnya," katanya. 

AKBP Jaka mengatakan, puluhan unit mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan, baik dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes. 

Termasuk pengerahan mobil water cannon dari Polres Tegal Kota dan wilayah sekitar, semua ikut melokalisir kapal-kapal yang terbakar.

Sementara untuk menyelamatkan kapal yang belum terbakar, petugas gabungan berupaya membuka alur kapal untuk keluar.

"Jadi kami berusaha membuka alur kapal agar satu persatu kapal bisa bergeser dan menjauh dari titik lokasi kebakaran," ungkapnya. 

Menurut AKBP Jaka, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran kepal nelayan ini.

Ia mengimbau, para pemilik kapal menyiagakan ABK-nya untuk menjaga dan mengantisipasi kapalnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved