Berita Palangkaraya

Kapolresta Palangkaraya: Hasil Autopsi, 2 Peluru di Leher dan Telinga Kanan Ditembak Jarak Dekat

Hasil visum et repertum dan autopsi dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Palangkaraya, ada 9 mata luka di tubuh, ditembak jarak dari jarak dekat

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Budi Santosa saat menunjukkan 2 tersangka baru yang berhasil diamankan, pada Selasa (6/12/2022) sore. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Berdasarkan hasil visum et repertum dan autopsi dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Palangkaraya, ada 9 mata luka di tubuh Anggota Biddokkes Polda Kalteng Aipda Andre Wibisono (38).

Pengeroyokan korban di kawasan Kampung Ponton, Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Hasil visum et repertum dan autopsi pun dibeberkan oleh Kapolresta Palangkaraya, Kombes Pol Budi Santosa.

“Berdasarkan hasil visum dan autopsi oleh dokter forensik, Aipda Andre Wibisono meninggal akibat adanya tembakan pada leher dan telinga,” terangnya.

Kapolresta Palangkaraya mengatakan, ada pula pukulan benda tumpul pada bagian kepala dan kepala bagian kanan belakang.

Hal tersebutlah yang menjadi penyebab meninggalnya Anggota Biddokkes Polda Kalteng tersebut.

Baca juga: Begini Kronologi Pengeroyokan Aipda Andre Wibisono di Kampung Ponton Palangkaraya Hingga Tewas

Baca juga: Tim Ditresnarkoba Polda Kalteng Gerebek Sarang Narkoba Kampung Ponton di Jalan Rindang Banua

Luka tembakan yang mana 2 butir proyektilnya atau peluru masih bersarang pada leher dan telinga, serta hantaman benda tumpul pada bagian belakang kepala korban.

Terkait jarak penembakan jenis senjata Air Softgun pada korban, Kapolresta Palangkaraya menjelaskan hal tersebut.

“Secara logika, para tersangka menembakkan Air Sotfgun dari jarak dekat hingga bersarang di tubuh korban,” jelasnya.

Para tersangka pembunuhan Aipda Andre Wibisono di Kampung Ponton dihadirkan dalam pers rilis di Mapolresta Palangkaraya, Selasa (6/12/2022).
Para tersangka pembunuhan Aipda Andre Wibisono di Kampung Ponton dihadirkan dalam pers rilis di Mapolresta Palangkaraya, Selasa (6/12/2022). (TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL)

Ia bahkan menambahkan, kalau korban ditembak menggunakan Air Softgun dari jarak jauh, tidak mungkin ada proyektil yang bersarang pada tubuh korban.

Meski begitu, Kapolresta Palangkaraya tetap akan melakukan pengecekan melakui laboratorium guna memastikan hal tersebut.

“Kami akan membawa proyektil tersebut ke laboratorium forensik untuk lebih detailnya, termasuk jarak tersangka melakukan tembakan terhadap korban,” ungkap Kombes Pol Budi.

Korban datang sendirian meminta jatah berupa uang dan sabu kepada para tersangka yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Vonis Bebas oleh Hakim Terdakwa Narkoba Ponton Palangkaraya Saleh, Ini Komentar Kepala BNNP Kalteng

Baca juga: Narkoba di Palangkaraya, Usai Transaksi Dua Budak Sabu Warga Kampung Ponton Diringkus Tim PPRC

Bahkan para tersangka mengatakan mengetahui bahwa korban yakni Aipda Andre Wibisono merupakan anggota polisi yang berdinas di Polda Kalteng.

Kapolresta Palangkaraya pun memaparkan uang dan sabu yang diminta oleh korban pada para tersangka.

“Berdasarkan keterangan dari para tersangka, korban datang diberikan uang Rp 500 ribu dan sabu seberat 0,5 gram, ini masih dalam pendalaman,” tutup Kombes Pol Budi Santosa. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved