Kota Cantik

Jumpai Warga Palangkaraya Langgar Perda, Satpol PP Lakukan Pendekatan Secara Humanis dan Dialog

Satpol PP dituntut melakukan pendekatan secara persuasif dialog yang humanis dalam penegakkan Perda Kota Palangkaraya

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Prokompky untuk Tribunkalteng.com
Wakil Wali Kota Palangkaraya, Hj Umi Matikah bersama Kepala Satpol PP Palangkaraya saat membuka kegiatan PPNS dalam rangka penegakkan Peraturan Daerah dan Kepala Daerah, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Satpol PP Palangkaraya tak jarang menjumpai warga yang bandel, misalnya mendirikan bangunan di atas drainase atau berjualan di tempat tak sesuai aturan.

Kendati demikian, Satpol PP dituntut melakukan pendekatan secara persuasif dialog yang humanis dalam penegakkan perda Kota Palangkaraya.

“Kepada PPNS agar dapat selalu meningkatkan profesionalisme dan disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas. Terutama dengan mengedepankan sikap etis dan humanis,” kata Wakil Wali Kota Palangkaraya Hj Umi Mastikah, beberapa hari lalu.

Menurutnya, sikap yang humanis dan memberikan edukasi kepada warga dapat mencairkan suasana, sehingga dapat mencetuskan win win solution.

Selain itu, Satpol PP adalah cerminan Pemerintah Kota Palangkaraya, karena salah satu ujung tombak yang bersentuhan secara langsung dengan masyarakat.

Wakil Wali Kota Palangkaraya, Hj Umi Mastikah
Wakil Wali Kota Palangkaraya, Hj Umi Mastikah (Tribunkalteng.com/Faturahman)

Oleh karena itu, Satpol PP Palangkaraya yang humanis dan mengedepankan dialog saat menjalankan tugas menegakkan perda maupun perkada diharapkan, agar tidak terjadi konflik di masyarakat.

"Satpol PP Palangkaraya merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan penegakan perda. Namun demikian, pedekatan yang digunakan secara bertahap mulai dari pendekatan persuasi terlebih dahulu dan tidak langsung represif," bebernya.

Hj Umi Mastikah berharap Satpol PP benar-benar bisa mengayomi masyarakat Kota Cantik agar peraturan yang dibuat pemerintah bersama DPRD dapat dilaksanakan dengan baik.

“Pendekatan yang digunakan Satpol PP Palangkaraya seyogyanya dilakukan melalui dua tahap yakni melakukan edukasi sebagai pencegahan terhadap potensi-potensi pelanggaran ketertiban. Jika langkah-langkah tersebut tidak diindahkan baru tindakan represif,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Palangkaraya, Yohn Benhur G Pangaribuan menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan pendekatan yang bersifat humanis.

"Kami hingga saat ini mengutamakan pendekatan persuasi dan dialog dalam menyelesaikan persoalan penegakan perda maupun Perkada," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved