Kecelakaan Maut di Barsel

Sosok Direktur RSUD Kuala Pembuang di Mata Wabup Seruyan Hj Iswanti: Dedikasi Tinggi Dalam Bekerja

Wakil Bupati Seruyan Hj Iswanti mengatakan Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Solihin sosok yang baik dan dedikasi tinggi dalam bekerja

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Wakil Bupati Seruyan Hj Iswanti. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kabar kecelakaan maut tunggal yang menimpa Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Solihin, sontak membuat kaget dan duka mendalam di kalangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan.

Berita duka tersebutpun sudah diketahui Wakil Bupati Seruyan Hj Iswanti.

“Benar mbak saya sudah tahu informasinya,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Kamis (13/10/2022) siang tadi.

Menurut Hj Iswanti, kabarnya atau informasi yang diterima jenazah Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Solihin, akan dibawa pulang ke Kuala Pembuang.

“Insyallah katanya jenazah dibawa ke Kuala Pembuang,” ujar Hj Iswanti.

Tentuk kabar duka tersebut membuat orang nomor dua di Kabupaten Seruyan kaget dan sedih.

Baca juga: Niat Pergi Mancing ke Kaltim, Mobil Direktur RSUD Kuala Pembuang Terbalik di Tikungan Menuju Buntok

Bagaimana tidak, sosok almarhum menurutnya orang yg berdedikasi tinggi dalam bekerja dan murah hati dalam menolong.

Iswanti mengenal pribadi Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Solihin sebagai pemimpin yang bersajaha, mudah bergaul dan menginspirasi para rekan kerjanya di dunia kesehatan di Seruyan.

“Saya merasa sangat kehilangan rekan yang selalu menjadi penyemangat bagi kami dalam melaksanakan berbagai aktivitas kesehatan di Kabupaten Seruyan ini,” bebernya.

Mantan istri Supian Hadi inipun sudah sangat lama mengenal almarhum, sejak sang ayahnya dulu mantan Bupati Seruyan H Darwan Ali.

“Saya pun sudah sangat lama mengenal sosok beliau, saat ayah saya jadi Bupati Seruyan dulunya,” terang Hj Iswanti.

Saat ditanyakan mengenai pemakakan Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Solihin, dirinya belum bisa memastikan kapan, dan sambil menunggu informasia dari pihak keluarga juga.

Baca juga: Jenazah Kecelakaan Maut di Jalan Poros Buntok Barsel di Perjalanan Dibawa ke RSUD Jaraga Sasameh

Baca juga: BREAKING NEWS, Kecelakaan Maut Barsel, Diduga Korban Meninggal Direktur RSUD Kuala Pembuang

“Rumah beliau di depan masjid Nurul Yakin Kuala Pembuang, jadi untuk kapan pemakamannya menunggu informasi selanjutnya,” tutup Hj Iswanti.

Sementara itu, kabar duka yang terjadi menimpa Direktur RSUD Kuala Pembuang dr Solihin dibenarkan Sekda Seruyan Djainuddin Norr.

“Ya kami sudah mengetahui insiden itu, dan saat ini jenazah sudah dalam perjalanan ke Kuala Pembuang,” jelasnya.

Ungkapnya, untuk pemakaman jenazah sendiri, Djainuddin Norr mengatakan, akan dilaksanakan besok pagi.

Karena perkiraan mobil jenazah akan sampai besok pagi juga. “Insya Allah besok pagi di Kuala Pembuang,” tukasnya.

Diketahui Insiden terjadi tepatnya Jalan Buntok  Palangkaraya, Desa Dusun Parigi, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Kamis (13/10/2022) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kejadian laka lantas tunggal itu dibenarkan oleh Kapolres Barito Selatan AKBP Yusfandi Usman.

“Kendaraan yang masuk ke parit ialah mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor KH 1470 FD, yang ditumpangi oleh 1 pengemudi dan 3 orang penumpang,” terangnya pada Tribunkalteng.com.

Jelas Kapolres Barsel, pengemudi bernama Tjoaa Rofian, sedangkan penumpang Dr Solihin yang merupakan Direktur RSUD Kuala Pembuang, Hendri Halim, Nofa Andi Elianto.

Ketiga korban yang meninggal dunia ialah penumpang mobil, sedangkan pengemudi masih dalam perawatan.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Trans Kalimantan Km 47 Bukit Batu, Pengendara Motor Meninggal di Tempat

“Mobil melaju dari arah Kota Palangkaraya menuju Buntok, sesampainya di lokasi yang berupa tikungan, mobil hilang kendali,” ujar Kapolres.

Ia melanjutkan mobil kemudian terbalik hingga masuk ke parit dan kondisi mobil terendam.

Kapolres juga menjelaskan kondisi jalan saat kecelakaan maut tersebut terjadi.

Mobil ditumpangi oleh 4 orang dari arah Palangkaraya hendak bertolak ke Kalimantan Timur mengikuti acara memancing.

“Kondisi cuaca saat itu pagi hari dan sedang turun hujan, tak ada jalan rusak dan terdapat marka jalan,” ungkap AKBP Yusfandi Usman.

Akibat kejadian tersebut mobil harus ditarik oleh derek dan mengalami kerugian materil diperkirakan sebesar Rp 5 juta. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved