Berita Kalsel

Seorang Nelayan Tanjungdewa Tanahbumbu Kalsel, Hilang di Perairan Pulau Datu, Ditemukan Meninggal

Seorang Nelayan Tanjungdewa Tanahbumbu Kalimantan Selatan, dikabarkan naik kelotok hilang diduga tenggelam selama belasan jam ditemukan meninggal.

Editor: Fathurahman
TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Seorang Nelayan Tanjungdewa Tanahbumbu Kalimantan Selatan, dikabarkan naik kelotok hilang diduga tenggelam selama belasan jam, kemudian ditemukan meninggal dunia. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Seorang Nelayan Tanjungdewa Tanahbumbu Kalimantan Selatan, dikabarkan naik kelotok hilang diduga tenggelam selama belasan jam ditemukan meninggal.

Informasi terhimpun menyebutkan, korban saat itu menggunakan kelotok diduga terjatuh menghilang dan tenggelam di perairan laut di sekitar Pulau Datu, Sabtu lalu.

Korban bernama Musliadi berusia 43 tahun warga Desa Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mendapat informasi korban tak pulang saat naik kelotok sehingga dilakukan pencarian oleh tim bersama masyarakat.

Baca juga: Dikira Karung Mengapung, Seorang Pria Temukan Jasad Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda

Baca juga: Banjir di Kotim Sebabkan Balita 1,5 Tahun Cucu Kades Bawan Meninggal Tenggelam di Parit

Baca juga: Kendaraan Sempat Macet Ratusan Meter, Jalan Rusak di Parenggean Kotim Diperbaiki Darurat

Setelah belasan jam dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan, nelayan Desa Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yang hilang yakni Musliadi (43) akhirnya ditemukan, malam tadi.

Penuturan warga setempat, warga Jalan Bulanang RT 12/004 itu ditemukan sekitar pukul 23.30 Wita malam tadi. Kondisinya telah tak bernyawa atau meninggal.

Nelayan kapal kecil (kelotok) itu diperkirakan tercebur ke laut ketika terjadi gelombang besar di perairan laut di sekitar Pulau Datu, Sabtu siang kemarin.

Sekadar diketahui Sabtu kemarin sejak pagi hingga siang hujan mengguyur wilayah Tala. Bahkan di perairan tiupan angin cukup besar sehingga gelombang di lautan pun turut membesar.

"Yang pertama menemukan nelayan di kampung kami juga, ketika hendak masuk. Malam tadi air laut pas surut. Nah, nelayan itu melihat sesosok tubuh tergeletak di pesisir dekat muara sungai Tanjungdewa. Kami di sini menyebutnya pantai Batusawar," papar H Asnawi, kepala Dusun 4, Minggu (25/9/2022).

Nelayan tersebut kemudian menghubungi warga di kampung. Selanjutnya dilakukan evakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka.

tenggelam brororliscb
Seorang Nelayan Tanjungdewa tanahbumbu Kalsel, hilang tenggelam selama belasan jam ditemukan meninggal dunia. Tampak. Sejumlah warga turun ke pesisir pantai melihat petugas melakukan pencarian terhadap seorang nelayan setempat yang hilang, Sabtu siang. Tengah malam tadi akhirnya korban ditemukan.

Asnawi mengatakan saat ini sebenarnya gelombang di perairan laut setempat biasa saja, masih cukup aman untuk melaut. Hanya saja pada Sabtu kemarin memang terjadi hujan deras yang berlangsung cukup lama dan disertai angin.

Saat ini dikatakannya sedang musim udang. Karena itu Musliadi dan nelayan lainnya juga sedang beraktivitas melaut mencari udang.

"Melautnya tak jauh, hanya di seputaran Pulau Datu saja, paling hanya 2-3 mill saja," tandas Asnawi. (*)

 

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Hilang Melaut, Nelayan Tanjungdewa Kalsel Ditemukan Meninggal, Terdampar di Pesisir Muara Sungai

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved