Berita Kotim

Banjir di Kotim Sebabkan Balita 1,5 Tahun Cucu Kades Bawan Meninggal Tenggelam di Parit

Banjir di Kotim makan korban, seorang Balita 1,5 tahun ternyata Cucu Kades Bawan Meninggal Tenggelam di Parit.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com / devita maulina
Banjir di Kotim, kondisi banjir di salah satu wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim). Seorang anak perempuan tengah berenang di depan rumahnya terkepung banjir dengan kedalaman hingga mencapai pinggang orang dewasa. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Banjir di Kotim makan korban, seorang Balita 1,5 tahun ternyata Cucu Kades Bawan Meninggal Tenggelam di Parit.

Banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama kurang lebih seminggu, belakangan dikabarkan menelan korban jiwa.

Seorang balita usia 1,5 tahun berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia akibat tenggelam setelah jatuh ke parit depan rumah orangtuanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, ketika dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyampaikan kejadian tersebut tepatnya terjadi di Desa Bawan, Kecamatan Mentaya Hulu, pada Senin (12/9/2022).

Baca juga: Peringati HKGN 2022 di Kotim, Pegawai Dari 17 Kecamatan & 21 Puskesmas Ikuti Sikat Gigi Massal

Baca juga: Polres Kotim Tertibkan Knalpot Brong, Dikeluhkan Warga 16 Kendaraan Roda Dua Diamankan Petugas

Baca juga: Banjir di Kotim Meluas, 17 Desa di 7 Kecamatan Terendam, Wabup Terjun Langsung Salurkan Bantuan

“Iya benar, kejadian di Desa Bawan, Kecamatan Mentaya Hulu. Kami mendapat informasi dari tenaga kesehatan (nakes) di sana sore kemarin,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).

Kendati demikian, Rihel mengaku belum mendapat informasi detail terkait peristiwa tersebut, sehingga tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Namun, ia kembali mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anak lebih baik lagi.

Dan jika ada aliran listrik di wilayah itu sebaiknya sementara dimatikan saja NCB atau pemutus daya listrik untuk menghindari korsleting yang dapat menyebabkan kebakaran maupun korban jiwa.

“Juga kami imbau agar lebih waspada akan kedatangan binatang berbahaya seperti ular yang pada kondisi banjir biasanya sering masuk ke rumah,” pintanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved