Berita Palangkaraya

NEWS VIDEO, Bawa Sajam di Jok Motor, Seorang Pelajar SMA di Palangkaraya Diamankan Tim PPRC

Seorang Pelajar SMA di Palangkaraya Diamankan Tim PPRC Polda Kalteng, karena telah kedapatan menyimpan senjata tajam dalam jok motornya.

Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman

TRIBUNKALTENG.COM;L, PALANGKARAYA - Seorang Pelajar SMA di Palangkaraya Diamankan Tim PPRC Polda Kalteng, karena telah kedapatan menyimpan senjata tajam dalam jok motornya.

pelajar tersebut terjaring saat Tim Patroli Presisi Reaksi Cepat (PPRC) Ditsamapta Polda Kalteng melakukan patroli rutin, Selasa (23/8/2022).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) 

Patroli rutin melintasi Kawasan Temanggung Tilung dan Jalan Adonis Samad, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dengan target sasaran para pelaku balap liar (Bali) dan antisipasi tawuran antar pelajar.

Baca juga: Bangunan Tanpa Izin di Sampit Diminta Dibongkar, Satpol PP Pemkab Kotim Beri Waktu Seminggu

Baca juga: Cegah Masuknya Narkotika, Semua Pegawai & 18 WBP Lapas Kelas IIB Sampit Tes Urine Mendadak

Baca juga: 6 Sepeda Motor Pelajar Palangkaraya Untuk Balapan Liar, Terjaring Patroli Tim PPRC Polda Kalteng

Saat tim melakukan pemeriksaan terhadap pelajar yang nongkrong di kawasan Temanggung Timung, terdapat salah satu pelajar membawa senjata tajam (sajam) di jok motornya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Cahyo Widiarso melalui Danton Tim PPRC Ditsamapta Polda Kalteng Ipda Budi Hartono.

“Terdapat 1 kendaraan bermotor yang membawa sajam berukuran kecil yang disimpan di dalam jok motor miliknya,” terangnya pada Tribunkalteng.com.

Danton menambahkan, pelajar tersebut berdalih sajam yang dibawanya untuk jaga diri.

Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas dari pelajar tersebut, memang pada Senin (22/8/2022) malam sempat terjadi perkelahian antar pelajar.

“Hal tersebutlah yang membuat pelajar yang kami amankan membawa sajam guna mempersenjatai diri,” jelas Ipda Budi.

Para pelajar tersebut berkelompok atau diduga merupakan gangster yang mana berbeda sekolah.

Dimana kelompok pelajar tersebut membuat janji terlebih dahulu sebelum melakukan aksi perkelahian.

“Jadi para pelajar ini melalui aplikasi Whatsapp saling janjian untuk menentukan lokasi perkelahian akan dilakukan,” ungkap Iptu Budi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved