Kotim Habaring Hurung

Meski Sakit Tangan Dipasang Jarum Infus, Tekon Kotim Tetap Semangat Ikut Seleksi Pepanjangan Kontrak

Sejumlah eks atau mantan tenaga kontrak Kabupaten Kotawaringin Timur harus melalui perjuangan ekstra dibanding rekan-rekannya yang lain.

Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com
Mariana Ulfah, peserta tes tekon kotim tahap II menjalani pemeriksaan di mobil ambulans, sebelum menjalani tes. Mariana Ulfah, tetap mengikuti tes tertulis meski dalam keadaan sakit dan tangan ditusuk jarum infus. (Kontributor/Usay Rahmad) 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Sejumlah eks atau mantan tenaga kontrak Kabupaten Kotawaringin Timur harus melalui perjuangan ekstra dibanding rekan-rekannya yang lain.

Meski ada yang dalam kondisi sedang sakit hingga mengalami kecelakaan  dalam perjalanan menuju lokasi tes, tetap ikut seleksi tertulis di Gedung Tennis Indoor Stadion 29 Nopember Sampit, Senin (25 /7/2022).

Salah satu peserta yang mengalaminya adalah Mariana Ulfah, ia tetap mengikuti tes tertulis meski dalam keadaan sakit dan tangan ditusuk jarum infus.

"Saya sakit, maag. Tapi tetap harus semangat mengikuti seleksi tahap II demi pekerjaan," katanya pada Tribunkalteng.com.

Baca juga: 1.039 Tekon Pemkab Kotim Ikuti Tes Tahap II, Kelulusan Ditentukan Hasil Tes & Penilaian Kinerja

Baca juga: Tak Respon Kerjasama Perbaikan Jalan, Bupati Kotim Ancam Larang Truk PBS Masuk Jalan Dalam Kota

Baca juga: Jambore JIP Kalteng 2022 di Kotim, Multazam Dilantik Jadi Ketua Pengcab IOF Kotawaringin Timur

Kondisi tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Tualan hulu ini, sempat menjadi perhatian Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi.

Umar Kaderi langsung menyarankan Mariana memeriksa kesehatannya. Setelah diketahui kondisinya baik akhirnya Umar mengizinkan ikut tes tertulis.

Kondisi menyedihkan lainnya dialami Ismawati, peserta tes tekon tahap II lainnya.

Ismawati merupakan eks tenaga kontrak yang bertugas di Kecamatan Parenggean.

Ia mengalami kecelakaan saat menuju tempat tes tertulis. Hingga membuat kondisi tubuhnya tidak fit, matanya kabur sedangkan kacamatanya hilang. Sehingga tidak bisa membaca soal tes, jadi harus dibantu petugas dari panitia.

Ismawati yang seharusnya menjalani perawatan medis. Namun, saat itu ia lebih memilih mengikuti tes.

"Saya sudah 14 tahun mengabdi sebagai guru di Kecamatan Parenggean. Saya berharap perjuangan ini tidak sia-sia dan bisa kembali bekerja sebagai guru," ucapnya.

Perjuangan lain ditunjukan sepasang suami istri, Pendi dan Desianti. Mereka harus mengikuti tes tekon tahap II secara bergantian bergantian mengasuh anak mereka yang masih balita.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kotawaringin Timur atas kesempatan kedua yang diberikan kepada eks tekon. Saya berharap bersama sang istri dapat lolos dan kembali bekerja," pungkasnya.

Untuk diketahui, tes tahap II tekon Kotim ini merupakan tes lanjutan bagi mereka yang tak lolos tes tahap pertama.

tekon kotim bro 123 sakit nbro
Ismawati, salah seorang peserta tes tekon tahap II tetap menjalani tes tertulis dengan dibantu petugas. Saat menuju lokasi tes ia bersama anak dan suaminya mengalami kecelakaan. (Kontributor/Usay Rahmad)

Tes tekon tahap II ini dilaksanakan tidak hanya berpatokan pada hasil tes tertulis namun juga kinerja selama bertugas juga menjadi pertimbangan penilaian.

Mereka yang lolos pada tes tahap II ini akan kembali menjalani kontrak kerja dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terhitung sejak 1 Agustus hingga 31 Desember 2022. (Kontributor/ Usay Rahmad)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved