Berita Palangkaraya
Tuntaskan Angka Stunting & Covid-19 di Palangkaraya, Posyandu Masyarakat Kembali Ditingkatkan
Pemerintah Kota Palangkaraya serius untuk mencegah dan menuntaskan angka stunting dan Covid-19 salah satunya meningkatkan peran Posyandu.
Penulis: Lidia Wati | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya serius untuk mencegah dan menuntaskan angka stunting dan Covid-19. Berbagai upaya digencarkan, salah satunya meningkatkan kembali peran Posyandu di kalangan masyarakat.
Melalui Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya, pihaknya menggelar Rakor Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu).
Yang berlangsung di Aquarius Hotel, Palangkaraya Rabu (20/7/2022). Kegiatan tersebut dibuka Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Avina Triani Almira.
Istri Wali Kota Palangkaraya itu mengatakan, Pokjanal Posyandu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan. Karena merupakan kader yang paling dekat atau bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Baca juga: Turunkan Angka Stunting, Pemkab Kotim Jalankan Program Dapur Sehat Pada 33 Kampung KB
Baca juga: Bupati H Halikinnor Optimistis, Target Stunting Kotim Tahun 2024 Turun Hingga 15,17 Persen Tercapai
Baca juga: Penanganan Stunting Kotim Terbaik, Wabup Irawati Wakili Bupati Terima Pengharagaan di Makassar
"Rakor Pokjanal Posyandu tahun 2022 ini diharapkan bisa mewujudkan Posyandu yang mandiri untuk revitalisasi Posyandu berbasis pemberdayaan masyarakat dengan komitmen pemerintah dan swasta," jelasnya.
Adanya Posyandu yang berdekatan langsung dengan masyarakat, merupakan cara yang efektif untuk sosialisasi pencegahan stunting maupun wabah Covid-19.
Agar setiap keluarga di Kota Cantik bebas dari stunting tersebut. Dengan sosialisasi dan edukasi yang intens dan berkelanjutan di Posyandu sebagai corong terdepan.
Para peserta rapat pun diwanti-wanti agar melaksanakan tugas pelayanannya kepada masyarakat, dengan memaksimalkan peran Posyandu.
"Peran posyandu ini betul-betul kita laksanakan dan tingkatkan sehingga kesehatan masyarakat, khususnya angka kematian ibu, bayi dan ibu hamil bisa terdeteksi serta bisa mencegah dan menuntaskan angka stunting," tegasnya. (*)