Berita Kalbar

Jembatan Gantung Kayu Emponyang Ambruk, Camat Kayan Hulu Berharap Digantikan Konstruksi Baja

Jembatan gantung emponyang ambruk diterjang banjir .Jembatan terbuat dari bahan kayu tersebut merupakan akses utama masyarakat dari sejumlah desa.

Editor: Fathurahman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Foto Dok Yudius
Camat Kayan Hulu, Yudius meninjau jembatan gantung emponyang yang rusak berat diterjang banjir bandang. 

TRIBUNKALTENG.COM, SINTANG - Jembatan gantung emponyang ambruk diterjang banjir beberapa waktu lalu. Jembatan terbuat dari bahan kayu tersebut merupakan akses utama masyarakat dari sejumlah desa.

Jembatan tersebut ambruk setelah dihantam arus deras banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.

Paska Jembatan ambruk, ada harapan agar jembatan tersebut kembali dibangun namun dengan konstruksi baja agar lebih kuat.

Camat Kayan Hulu, Yudius berharap Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, segera menindaklanjuti ambruknya jembatan gantung Emponyang pasca diterjang banjir bandang. Dia berharap, pemerintah bisa membangun jembatan gantung dari baja supaya kokoh.

Baca juga: Suspek PMK Ditemukan di Kobar Kalteng, Pedagang Daging Sapi Pasar Kahayan Akui Penjualan Turun

Baca juga: Operasi Ketupat Telabang 2022 oleh Ditlantas Polda Kalteng, Sebanyak 3.153 Pelanggaran

Baca juga: Kesulitan Mendapatkan Solar Untuk Melaut, Nelayan Tabaneo Tuntut Pengalihan Pengelolaan SPBUN

"Pemerintah kecamatan kayan hulu juga berharap supaya jembatan segera dibangun ulang, kalau bisa ya menggunakan rangka baja lah, kan. Kalau baja pondasi kuat, menara kuat, saya yakin mau dihantam badai pun tidak akan ambruk," harap Yudius, Kamis 12 Mei 2022.

Menurut Yudius, jembatan gantung emponyang yang ambruk diterjang banjir merupakan akses utama masyarakat dari sejumlah desa.

Yudius meminta warga dan perangkat desa membersihkan material jembatan gantung yang berserakan agar lalu lintas transportasi sungai tetap lancar.

"Kita berharap ditangani sesegera mungkin karena ini jembatan akses utama dari empoyang ke merahau nanga payak dan sekitarnya. Jadi kami berharap pemkab sintang segera menangani. Kemudia sisa-sisa material jemabatan segera mungkin diamankan supaya ketika ada kendaraan sungai yang lewat tidak menggangu kalau talinya masih ada di sungai," harap Yudius.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Kayan Hulu, Sintang, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu menyebabkan jembatan gantung di Desa Emponyang terputus.

Sebagian besar material jembatan yang baru selesai dibangun tersebut hanyut terbawa arus. Akibatnya, akses transportasi darat sejumlah desa ke kota kecamatan Kayan Hulu lumpuh.

Jembatan Emponyang rusak berat diterjang banjir bandang pada 9 Mei 2022 malam. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan darat dari desa Emponyang, Nanga Payak, Merahau Permai menuju Kecamatan Kayan Hulu.

"Jembatan baru selesai dibangun 3 bulan lalu dana APBD. Sebagian besar material jembatan hanyut terbawa arus," kata Camat Kayan Hulu, Yudius, Kamis 12 Mei 2022.

Kepala Desa Emponyang, Andri berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki jembatan gantung yang rusak diterjang banjir.

Menurut Andri, jembatan gantung emponyang satu-satunya akses darat masyarakat untuk pergi ke kecamatan, kabupaten Sintang untuk belanja dan mengurus administrasi.

"Masyatakat mengharapkan tindaklanjut lah dari pihak terkait masalah jembatan ini. Jembatan ini sangat dibutuhkan, pertama karena akses kebutuhan kalau mau urus administrasi atau belanja ke kecamatan atau kabupaten kemudian jembatan itu juga digunakan untuk berkebun, beladang," harap Andri. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Jembatan Gantung Emponyang Rusak Diterjang Banjir, Yudius: Kalau Bisa Dibangun Ulang Gunakan Baja

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved