Berita Palangkaraya

Dituntut 6 Tahun Penjara, Pengedar Sabu Asal Kualakapuas Memohon Keringanan ke Majelis Hakim

Abdul Hadi alias Unat dituntut JPU 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar subsider 2 bulan kurungan atas kasus narkotika.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Dituntut 6 Tahun Penjara, Pengedar Sabu Asal Kualakapuas Memohon Keringanan ke Majelis Hakim
tangkapan layar
Terdakwa saat menjalani sidang secara daring di Pengadilan Negeri Palangkaraya, Selasa (15/3/2022).

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pengedar narkotika jenis Sabu asal Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perbuatannya. 

Pria bernama Abdul Hadi alias Unat dituntut oleh JPU selama 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar subsider 2 bulan kurungan atas kasus narkotika jenis Sabu.

Setelah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palangkaraya secara daring, Selasa (15/3/2022) yang dipimpin Ketua Majelis Sidang Heru Setiyadi. 

Abdul Hadi sekarang mendekam di Rutan Palangkaraya Kelas II A. Bermula saat dirinya didapati petugas memiliki barang haram berupa Sabu saat penangkapan oleh Tim Ditresnarkoba bulan November lalu.

Baca juga: Miliki 28 Paket Narkotika Jenis Sabu, Pemuda Asal Kualakapuas Ditangkap Petugas Saat di Rumah

Baca juga: Satresnarkoba Polres Kotim Ringkus Seorang Duda Pengedar Sabu, Polisi Sita Sabu Seberat 4,85 Gram

Baca juga: Hasil Pengembangan Kasus Narkoba di Pelataran Kotim, Polisi Kembali Ringkus Pengedar Sabu

Petugas berbekal informasi dari warga, bahwa Terdakwa diduga menyimpan barang haram di rumahnya. 

Saat penggeledahan ditemukan barang bukti 3 paket sabu dengan berat 3,74 gram, 1 buah timbangan digital merek digital scale, 1 bundle plastik klip,1 HP merk Oppo warna hitam, dan uang tunai sebesar Rp 550 ribu. 

Terdakwa sempat menjual Sabu sebesar Rp 2 juta namun 3 paket lainnya berhasil disita sebagai barang bukti petugas. 

Harga paket Sabu yang ditawarkan bervariasi dengan menjual ke pembeli dari Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta.

Petugas berhasil menangkap jenis narkotika itu sebelum Sabu itu beredar lebih lanjut. 

Dia mengakui mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang bernama Tole (DPO) asal Banjarmasin dengan harga Rp 5.500.000 Sabu itu kemudian dibungkus paket kecil. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ungkap Jaksa Riwun Sriwati, Selasa (15/3/2022). 

Atas tuntutan itu, Terdakwa memelas memohon untuk meringankan hukuman. Mengingat dirinya adalah seorang tulang punggung keluarga. 

"Saya mohon keringan hukuman yang seringan-ringannya. Saya mengaku bersalah saya berjanji tidak akan mengulangi," tandas Abdul Hadi. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved