Berita Palangkaraya
NEWS VIDEO, Operasi Pasar Murah Minyak Goreng Langsung Diserbu Warga Palangkaraya
Harga minyak goreng di pasar tradisional Palangkaraya masih tinggi sehingga pemerintah berusaha menstabilkan harga untuk membantu warga.
Penulis: Lidia Wati | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Harga minyak goreng di pasar tradisional Palangkaraya masih tinggi sehingga pemerintah berusaha menstabilkan harga untuk membantu warga.
Dengan menggandeng pihak swasta pemerintah bersama Pengusaha Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Rasyid melalui PT Citra Borneo Utama (CBU) mengadakan operasi Pasar minyak murah ditengah kelangkaan migor.
Operasi Pasar migor murah tersebut digelar di depan kantor Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya yang dihadiri Wali Kota Palangkaraya Farid Naparin.
Baca juga: Migor Masih Langka, Pengusaha Kalteng Jual 26 Ribu Liter Migor Murah Stabilkan Harga
Baca juga: Minyak Goreng Masih Sulit Diperoleh di Palangkaraya, Minim Pasokan Pedagang Bingung Tentukan Harga
Baca juga: Warga Kelurahan Palangka Terbantu Adanya Minyak Goreng Murah, Berharap Harga Stabil Kembali
Pelaksanaanya langsung di serbu warga Palangkaraya untuk membeli minyak goreng harga murah tersebut.
Warga marasa terbantu untuk mendapatkan migor dengan harga murah setelah adanya operasi pasar tersebut.
"Saya atas nama pribadi, pemerintah, dan masyarakat kota Palangkaraya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada haji Abdul Rasyid telah membantu," tutur Fairid Naparin.
Sementara itu, Revi Apriani mewakili PT. CBU menuturkan jika pihaknya menyediakan 26 ribu liter migor untuk masyarakat kota Palangkaraya tersebar di 9 Kelurahan.
"Hal ini untuk membantu masyarakat yang Tengah mengalami langkanya migor dengan harga terjangkau di pasar serta untuk menstabilkan harga migor," kata Revi, Rabu (2/3/2022).
Tak sampai pukul 12 siang, migor 3000 liter ludes diserbu warga yang mengantri sejak pagi hari dengan membawa wadah jerigen, bahkan terlihat ada yang membawa galon air minum untuk tempat migor.
Pantauan Wartawan Tribunkalteng.com, di pasaran migor masih bertengger di harga Rp 20 ribu sehingga membuat warga antusias dengan adanya migor murah.
"Migor susah dicari, banyak kosong. Harganya juga mahal, adanya migor murah ini saya terbantu," ungkap mama Monic.
Kedepan Revi menjelaskan akan bertahap melakukan operasi pasar migor murah di sejumlah wilayah Kalteng.
"Kami sudah melakukan operasi Pasar migor murah di Lamandau, Sukamara dan Kota Waringin Barat dan hari ini di Palangkaraya, kedepan akan ke sejumlah wilayah di Kalteng," tutup Revi. (*)