Berita Palangkaraya
Minyak Goreng Masih Sulit Diperoleh di Palangkaraya, Minim Pasokan Pedagang Bingung Tentukan Harga
Kelangkaan minyak goreng dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah, masih terjadi di Palangkaraya, pedagang pun masih bingung
Penulis: Devita Maulina | Editor: Dwi Sudarlan
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kelangkaan minyak goreng dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah, masih terjadi di Palangkaraya, pedagang pun masih bingung.
Para pedagang minyak goreng di Pasar Besar Palangkaraya bingung menentukan harga, apalagi bila harus disesuaikan dengan keputusan pemerintah, Rp 14.000 per liter.
Menurut sejumlah pedagang di Pasar Besar Palangkaraya kepada Tribunkalteng.com, Minggu (27/2/2022), karena susah didapatkan maka mereka membeli dari toko-toko grosir.
Sementara pasokan minyak goreng dari distributor masih jarang diperoleh.
Baca juga: Sebulan Jelang Ramadhan 2022, Harga Daging Ayam di Palangkaraya Turun di Saat Tempe & Tahu Mahal
Baca juga: Warga Kelurahan Palangka Terbantu Adanya Minyak Goreng Murah, Berharap Harga Stabil Kembali
Baca juga: Kurang dari 2 Jam, Operasi Pasar di Kelurahan Palangka, Minyak Goreng Rp 11 Ribu Ludes Diserbu Warga
Seorang penjual minyak goreng Ahmad Yasir mengatakan stok di tokonya masih terbatas.
"Untuk minyak goreng kemasan saat ini didapatkan dari toko-toko grosir dengan harga Rp 17 ribu/liter," ungkap Ahmad Yasir.
Ia menambahkan, distributor sendiri masih banyak kosong sehingga minyak goreng didapatkan dari pedagang juga sehingga untuk '"arga sudah 2 bahkan 3 tangan".
Menyikapi kondisi ini anggota DPRD Kota Palangkaraya Noorkhalis Ridha mengharapkan Pemko Palangkaraya bisa segera mengatasi masalah yang sudah terjadi sekira sebulan terakhir ini.
"Perihal minyak goreng saat ini kita berharap kepada Pemerintah Kota Palangkaraya dan instansi terkait untuk
mengatasi masalah tersebut dengan kebijakan yang strategis yang dilakukan," ujar dia.
"Saya berharap kondisi ini segera berakhir sehingga kelangkaan dan harga minyak goreng di pasar tradisional bisa kembali normal," lanjut Noorkhalis Ridha.
Ia mendukung segala kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng.
"Saya mendukung apapun kebijakan pemerintah terkait dengan antisipasi atau langkah bagaimana minyak goreng tidak langka kembali di Kota Palangkaraya," ungkapnya. (*)