Berita Palangkaraya

Buaya di Jalan Tjilik Riwut Km 43 Tangkiling, Palangkaraya, BKSDA: Stop Buang Bangkai Ayam ke Sungai

KSDA Kalteng minta warga kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 43 Tangkiling Palangkaraya, lebih berhati-hati dan tidak buang bangkai ayam ke sungai

Penulis: Devita Maulina | Editor: Dwi Sudarlan
BKSDA Kalteng
BKSDA Kalteng serta Kepala Resort CA dan TWA Bukit Tangkiling memasang spanduk imbauan agar masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 43 Tangkiling Palangkaraya, karena ada penampakan 3 buaya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -  Balai Konservesi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) menyerukan warga di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 43 Tangkiling Palangkaraya, lebih berhati-hati dan tidak membuang bangkai ayam ke sungai. 

Seruan itu dikeluarkan BKSDA Kalteng menindaklanjuti adanya penampakan buaya di kawasan tersebut, tepatnya di bekas kolam ikam milik masyarakat yang dekat dengan ruas Jalan Tjilik Riwut Km 43 Palangkaraya.

Tak hanya seruan, BKSDA Kalteng serta Kepala Resort CA dan TWA Bukit Tangkiling memasang spanduk imbauan agar masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di kawasan tersebut.

Informasi yang diperoleh BKSDA Kalteng, ada penampakan 3 buaya di bekas kolam ikam milik warga, hanya sekitar 3 meter dari anak sungai di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 43 Palangkaraya.

Baca juga: Tili, Penyelamat Buaya Berkalung Ban Pulang Kampung, Kesehatan Sang Ibu Langsung Membaik

Baca juga: Ini Video Detik-detik Warga Kaltara Diterkam Buaya Saat Cuci Kaki, Temannya Asyik Bikin Konten

Baca juga: Keganasan Buaya 700 Kilogram Ditaklukkan 14 Orang Usai Serang Warga, Diangkut Pakai Speedboat

Diungkapkan Kepala BKSDA Kalteng, Nur Patria Kurniawan melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Palangkaraya, Junaedy Slamet Wibowo, tim mereka sudah mendatangi lokasi tersebuy.

Diungkapkan Junaedy, Sabtu (26/2/2022), saat tim BKSDA melakukan obrservasi di lokasi tersebut, terlihat ada satu buaya kecil.

Namun, tim BKSDA memilih tidak melakukan evakuasi terhadap anak buaya itu karena bisa memancing kemarahan induknya.

"Kalau dilakukan evakuasi, bisa memancing kemarahan induknya dan bisa terjadi konflik dengan warga sekitar. Kita menunggu momen dulu sebelum mengebakuasi buaya-buaya di sana," kata Junaedy.

Di sisi lain, Tim BKSDA juga menyerukan warga sekitar untuk lebih berhati-hati beraktivitas di dekat lokasi yang diduga ada buayanya.

Selain berhati-hati, ada pesan khusus dari Tim BKSDA yakni tidak lagi membuang bangkai ayam ke sungai.

Pasalnya, tindakan itu dapat memancing kedatangan buaya.

Disinggung penyebab keberadaan buaya di kawasan tersebut, Junaedy mengungkapkan diduga karena peternakan ayam pedaging. 

Bangkai-bangkai ayam dari peternakan itu sering dibuang ke sungai. 

Menurut sejumlah warga, setidaknya ada 3 buaya yang sering menampakkan diri.

Diduga ketiga buaya itu adalah induk dan 2 anaknya. 

Satwa itu kerap terlihat di sungai dekat permukiman, bahkan satu anak buaya sering masuk ke kolam pada sore hari dan malam kembali ke sungai. 

Junaedy kembali mengingatkan warga sekitar kawasan itu untuk berhati-hati dan bisa memerlukan bantuan bisa menghubungi call center BKSDA Kalteng di nomor 08115218500. (*) 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved