Keganasan Buaya 700 Kilogram Ditaklukkan 14 Orang Usai Serang Warga, Diangkut Pakai Speedboat

Keganasan buaya 700 kilogram di Indragiri Hilir (Inhil), Riau mampu ditaklukkan oleh 14 orang anggota Tim Reaksi Cepat 

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa via Tribun Pekanbaru
Buaya 700 kilogram yang mampu ditaklukkan dan dievakuasi menggunakan speedboat oleh TRC DPKP Inhil Riau. 

TRIBUNKALTENG.COM, PEKANBARU - Keganasan buaya 700 kilogram di Indragiri Hilir (Inhil), Riau mampu ditaklukkan oleh 14 orang anggota Tim Reaksi Cepat  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (TRC DPKP) setempat.

Setelah mendapat laporan buaya 700 kilogram menyerang warga, 14 orang anggota TRC langsung bergerak melakukan perburuan.

Upaya tim TRC berhasil dengan menemukan buaya 700 kilogram kemudian melakukan evakuasi dengan susah payah.

Akhirnya evakusi buaya  buaya berbobot 700 kilogram dan panjang 5 meter itu berhasil dilakukan 17 orang anggota TRC.

Baca juga: Penampakan Buaya Berjemur di Sungai Mentaya, BKSDA Ingatkan Saat Ini Musim Kawin Jadi Lebih Agresif

Baca juga: Baru Siapkan Alat Pancing, Laki-laki Perantau Disambar Buaya di Pinggir Sungai, 3 Hari Hilang

Baca juga: 3 Hari Korban Terkaman Buaya Belum Ditemukan, Akan Datangkan Pawang dari Sebuku dan Gunakan Drone

Buaya berbadan besar atau jumbo tersebut sebelumnya menyerang warga di Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuindra, Inhil, Riau, Minggu (20/2/22).

Kepala DPKP Inhil, Eddiwan Shasby menuturkan pihaknya menurunkan 14 orang untuk mengevakuasi buaya tersebut.

“Jumlah anggota yang diberangkatkan sebanyak 14 orang, termasuk 2 orang tenaga medis. Alhamdulillah kita mendapatkan target (buaya) yang kita inginkan dan tidak memakan waktu yang terlalu lama,” ungkap Eddiwan.

Eddiwan menjelaskan, TRC DPKP Inhil berangkat dari Tembilahan menuju ke Desa Sungai Piyai menggunakan speed boat sekitar pukul 09.00 WIB.

Kemudian TRC DPKP Inhil berhasil menangkap dan mengamankan buaya tidak lama berselang, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Target buaya sudah tertangkap dan langsung dibawa ke Tembilahan menggunakan speedboat. Jam 5 sore buaya sudah berhasil dievakuasi sementara ke Markas komando Damkar Inhil,” jelasnya.

Menurut Eddiwan, operasi yang dilaksanakan kali ini di luar respontime dari Markas komando Damkar Inhil.

Operasi dengan koordinasi yang baik dan mematangkan setiap tindakan atau eksekusi agar lebih efektif.

“Kita mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam penugasan serta sinergisitas di antara anggota. Dalam operasi satwa liar buas atau dilindungi seperti ini, tetap mengutamakan agar satwa atau buaya tidak cedera," katanya.

Sebelumnya, seorang warga bernama Nurlela diserang buaya saat mengambil air untuk kebutuhan mandi dan mencuci di Sungai Lundu, Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuindra, Inhil, Jumat (17/2/22).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved