Berita Palangkaraya
16 Pasien Covid-19 Dirawat di RSUD Palangkaraya Bergejala Sedang Hingga Berat, Rerata Belum Divaksin
Penambahan pasien Covid-19 dirawat di RSUD Palangkaraya hingga sore ini Senin (21/2/2022) berjumlah 16 orang. rerata gejala sedang hingga besar
Penulis: Lidia Wati | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Penambahan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Palangkaraya terus terjadi. Hingga sore ini Senin (21/2/2022) berjumlah 16 orang.
Sebagian besar pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Palangkaraya belum menerima vaksin Covid-19. Dengan kondisi gejala sedang hingga besar.
"Sebagian besar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di sini rata-rata belum divaksin, dengan gejala sedang hingga berat," tutur Kepala Humas RSUD Palangkaraya dr Hendra Panguntaun, Senin (21/2/2022).
Ungkap Hendra, pasien gejala sedang hingga berat memiliki kormobid Diabetes Melitus, Asma, Penyakit Paru Obstruktif dan Hipertensi.
Sehingga rentan akan kondisi tubuh apabila terjangkit virus tersebut.
Baca juga: 15.161 Orang Terpapar, Satgas Covid-19 Palangkaraya Gencar Testing, Sasar Pengunjung THM & Kafe
Sementara itu, dari jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19, di RSUD mengalami peningkatan.
Data terakhir yang diterima sebanyak 11 nakes terkonfirmasi positif virus dari Wuhan, Cina.
Hanya saja para nakes yang berjuang di garda depan menanggulangi Covid-19 itu menderita gejala ringan.
"Seluruh nakes yang terpapar sudah dilakukan perawatan, karena gejala ringan, para nakes menjalani isolasi mandiri sesuai prosedur yang ada," jelas Hendra.
Selanjutnya, jika para nakes sudah dinyatakan sembuh, mereka boleh kembali bekerja setelah menjalani perawatan pemulihan kesehatan dengan pantauan RSUD Palangkaraya.
Baca juga: Direktur Doris Sylvanus Positif Covid-19 & 50 Nakes Lakukan Isoman, Pelayanan RS Tak Terpengaruh
Baca juga: 7 Warga Pahandut Palangkaraya Sembuh Covid-19, Isoman Lansia Kurang Mampu Terima Sembako
Rekan nakes yang kontak erat juga dilakukan proses screening menghindari meluasnya kasus Covid-19 di lingkungan nakes dan memastikan ketersedian alat pelindung diri (APD) nakes yang bertugas.
“Meningkatnya kasus tersebut dikarenakan dominan tranmisi lokal antar teman, rekan kerja dan keluarga,” tandas Hendra.
Oleh karenanya dirinya mengimbau, kesadaran masyarakat di tengah melonjaknya Covid-19 perlu ditegakkan kembali, dengan prokes ketat meskipun dalam lingkup keluarga maupun pertemanan. (*)