Kisah Hidup
Harga Bermodal Rp 6.000 per Ban, Rahmat Mampu Ubah Ban Bekas Menjadi Furnitur Bernilai Tinggi
Rahmat (40) mampu mengubah sampah ban bekas menjadi furnitur kursi meja bernilai ekonomis tinggi. tak banyak menggeluti usaha ini menjanjikan baginya
Penulis: Lidia Wati | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Siapa sangka sampah ban bekas yang tidak digunakan lagi, dapat bernilai tinggi.
Rahmat (40), warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mampu mengubah sampah ban bekas menjadi furnitur kursi meja.
Rahmat bercerita sebelum dirinya terjun serius menggeluti usaha barunya tersebut, berawal dari dirinya yang Lelah bekerja sebagai kuli bangunan yang wara-wiri menguras tenaga namun hasil pekerjaannya hanya cukup untuk bertahan hidup saja.
Sehingga muncullah ide dan kreatifitas yang dia miliki, berbekal keterampilan dari tempat bekerjanya dulu, Pria tamatan SMP ini mengunjungi bengkel-bengkel truk untuk membeli sampah ban bekas seharga Rp 6.000 per buah.
"Ban-ban bekas di sini dibeli di bengkel truk yang sudah tidak bisa dipakai, seharga Rp 6.000, lalu saya potong dan olah menjadi kerajinan furnitur," kata Rahmat, Rabu (16/2/2022).
Menurutnya, proses pembuatan furnitur berbahan baku sampah ban ini memang cukup rumit, dengan membuat pola pada ban, memotong, menyerut, merangkai, serta tahap akhir mewarnai ban agar terlihat berestetika.
Baca juga: NEWS VIDEO, Sosok ‘Tambi’ Miter Berjalan Puluhan Kilometer Kumpulkan Paku & Besi di Kota Cantik
Sehingga dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi tersebut, membuat tak banyak orang di Kota Palangkaraya yang menggeluti kerajinan ini.
Namun justru hal itu membuat Rahmat melihat peluang ekonomi tinggi.
Rahmat kerap kali kewalahan jika perintaan konsumen meningkat, karena dia hanya mengerjakan seorang diri saja, tanpa ada karyawan ataupun orang lain yang membantunya.
Ungkap pria bertubuh tinggi tersebut, maksimal ia hanya mampu mengerjakan 10 set kursi dan meja dalam sebulan.
“Sedangkan untuk pengerjaan 1 setnya membutuhkan 3 hari paling cepat dari proses awal,” beber Rahmat.
Baca juga: NEWS VIDEO, Kisah Rohaimi Penjual Kerupuk Keliling dengan Keterbatasan Fisik Menghidupi Keluarga
Satu set furnitur berbahan ban bekas tersebut dia jual Rp 800 ribu, dengan pasar perumahan, kafe dan per orangan, yang dipasarkan melalui Forum Jual Beli (FJB) Facebook.
Selain dipasarkan di media sosial, Rahmat memasarkan kerajinan bekas di Jalan Mahir Mahar Km 10, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Untuk bahan baku ban bekas tak ada kendala di sini, karena banyak bengkel truk daerah sini, kesulitannya mungkin pemasarannya di tengah musim pandemi seperti ini," jelas Rahmat.
Menurutnya dimusim pandemi Covid-19, masyarakat membeli yang sesuai kebutuhannya, sehingga mempengaruhi perekonomian.
Baca juga: NEWS VIDEO, Kisah Asikin Sopir Angkot, Pernah Sehari Tak Ada Penumpang Hingga Terpaksa Puasa
Ternyata tak hanya mengerjakan kerajinan ban bekas saja, Pria yang sudah memiliki anak satu ini juga mengajarkan kerajinan kepada mahasiswa dan orang-orang yang mau belajar.
“Ilmu harus dibagikan karena rejeki sudah ada yang mengatur, tidak perlu takut usaha disaingi orang, harapannya semoga kerajinan ban bekas di sini laris dan berkembang,” pungkas Rahmat. (*)