Berita Palangkaraya
Pria ini dari Pangkalanbun ke Palangkaraya untuk Menjadi "Spiderman", Sehari Bisa Dapat Rp 150 Ribu
Berbagai karakter tokoh animasi dan badut dipakai sebagai kostum untuk menghibur orang di jalan sembari berharap mendapat kompensasi uang
Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Biasanya, dengan mengenakan kostum Spiderman, Rahmad berkeliling dari pukul 12.00 WIB hingga malam hari.
“Kalau berkeliling mulainya dari Pos Polisi Bundaran Besar, tujuannya ke tempat yang ramai terutama banyak anak kecilnya,” ujar Rahmad.
Mana yang lebih nyaman, menjadi 'Spiderman' atau tukang bangunan?
“Kalau soal nyaman, lebih nyaman menjadi tukang bangunan, karena upahnya pasti. Kalau jadi seperti Spiderman ini penghasilannya tidak menentu,” ungkap Rahmad.
Tak hanya itu, mengenakan kostum karakter selama berjam-jam sebenarnya terasa tidak enak.
"Panas mengenakan kostum itu lama-lama. Apalagi kalau siang hari dan cuaca panas, pasti kostumnya basah,” ujar Rahmad.
Ada hal lain yang dikhawatirkan saat bekerja sebagai penghibur dengan mengenakan kostum karakter, yakni hujan deras.
Pasalnya, bila itu yang terjadi, dia tidak tidak dapat berkeliling. "?Saya khawatir jika hujan, karena bisa tidak mendapat penghasilan dalam sehari,” kata Rahmad.
Mengenai pilihan kostum Spiderman, dia mengaku karena sosok itu lagi ramai setelah tayang filmnya di bioskop dan banyak anak yang suka.
Di Palangkaraya, ada tiga orang yang mengenakan kostum Spiderman.
“Kostum tidak hanya digunakan oleh saya, pengguna pertama kostum Spiderman pertama berkerja sebagai badut juga, yang kedua menggunakan kostum sambil berjualan kerupuk, dan saya pengguna yang ketiga,” ucap Rahmad. (*)