Berita Palangkaraya

Pria ini dari Pangkalanbun ke Palangkaraya untuk Menjadi "Spiderman", Sehari Bisa Dapat Rp 150 Ribu

Berbagai karakter tokoh animasi dan badut dipakai sebagai kostum untuk menghibur orang di jalan sembari berharap mendapat kompensasi uang

Penulis: Pangkan B | Editor: Dwi Sudarlan
Tribun Kalteng/Pangkan Putra Bangel
Rahmad mengenakan kostum Spiderman berkeliling Kota Palangkaraya untuk mencari penghasilan bagi keluarga. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Berbagai cara digunakan untuk mencari uang guna menghidupi diri dan keluarga seperti yang sedang marak di berbagai daerah termasuk Palangkaraya, yakni mengenakan kostum karakter.

Berbagai karakter tokoh animasi dan badut dipakai sebagai kostum untuk menghibur orang di jalan sembari berharap mendapat kompensasi berupa uang.

Dari sekian banyak karakter, di Palangkaraya ini ada yang mengenakan kostum Spiderman.

Itulah yang dilakukan pria asal Pangkalanbun, Kotawaringin Barat (Kobar), Rahmad (39).

Baca juga: Cara Unik Penjual Pentol Palangkaraya Menarik Pelanggan, Berpakaian Rapi Mengenakan Dasi

Baca juga: Libur Tahun Baru 2022 Warga Palangkaraya Ramai Nonton Film Spiderman di Bioskop

Dia berkeliling Kota Palangkaraya mengenakan kostum sosok superhero anggota The Avengers itu.

Sebelumnya, Rahmad berkerja sebagai tukang bangunan harian.

“Saya berprofesi sebagai pekerja serabutan, tapi lebih sering menjadi tukang bangunan harian,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Minggu (13/2/2022).

Dikarenakan sedang sepi job, ia akhirnya mencoba peruntungan menjadi 'Spiderman'.

“Kostum Spiderman yang saya gunakan ini hasil menyewa, sehari saya harus membayar Rp 50 ribu," kata dia.  

Lantas berapa penghasilannya bila untuk sewa kostum saja Rp 50 ribu sehari? Rahmad yang belum lama menjaid 'spiderman' itu mengatakan sekira Rp 150 ribu.

“Kalau ramai kata teman, biasanya bisa dapat uang Rp 150 Ribu bahkan lebih. Namun pendapatan itu memang harus dikurang dengan biaya sewa kostum,” ujar dia.

Soal malu atau tidak bekerja dengan mengenakan kostum karakter, Rahmad dengan tegas mengatakan tidak.

“Saya tidak malu, soalnya uang yang saya hasilkan halal,” ucapnya. 

Rahmad sudah merantau ke Kota Palangkaraya sejak 2018 hingga sekarang.

Sementara anak dan istri berada di Pangkalan Bun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved