Tips Kesehatan
Tips Dokter Zaidul Akbar Atasi Gejala Omicron Covid-19, Khasiat Pengobatan Ala Rasulullah SAW
Varian Omicron Covid-19 kini telah menyebar di banyak negara , berikut ini dr Zaidul Akbar berbagi tips menjaga kesehatan di tengah pandemi.
TRIBUNKALTENG.COM - Varian Omicron Covid-19 kini telah menyebar di banyak negara , berikut ini tips menjaga kesehatan di tengah pandemi dr Zaidul Akbar.
Dilansir Tribunkalteng.com melalui Serambinews.com dari kanal YouTube Dokter Zaidul Akbar Official berikut tips menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sebagaimana yang dianjurkan oleh ahli kesehatan sekaligus pendakwah ini.
1. Berjemur
Berjemur merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Sebut dr Zaidul Akbar, berjemur bisa dilakukan setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap menerima sinar matahari pagi.
Baca juga: Solusi Dokter Zaidul Akbar Atasi Tubuh Gatal dan Penyakit Kulit, Pengobatan ala Rasulullah SAW
2. Konsumsi Madu, Kurma dan Habbatussauda
dr Zaidul Akbar menganjurkan rutin mengonsumsi madu, kurma dan habbatussauda atau jintan hitam.
Ketiga bahan tersebut dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit di tengah pandemi Covid-19.
3. Konsumsi Jahe, Serai dan Lengkuas
Minuman herbal yang terdiri dari rimpang jahe, serai dan lengkuas ini menurut dr Zaidul Akbar dapat menjaga kondisi tubuh di masa pandemi.
Selain itu kata, campuran jahe, serai dan lengkuas dapat membuang lendir yang berada di dalam tubuh.
Jahe, serai dan lengkuas bisa diolah bersamaan menjadi minuman herbal.
4. Konsumsi Makanan dan Minuman Fermentasi atau Probiotik
Makanan dan minuman fermentasi merupakan hidangan surga yang tidak memabukkan.
"Makanlah minuman fermentasi atau bahasa simpelnya minuman probiotik," kata dr Zaidul Akbar.
Makanan yang mengandung probiotik seperti tempe dan tape.
Sementara minuman probiotik bisa Anda olah dari tempe.
Baca juga: Ibu Hamil Tak Cukup Cuma Tubuh Sehat, Hal Penting ini Diungkap Dokter Zaidul Akbar
Untuk membuat minumam probiotik dari tempe, Anda bisa menghaluskan tempe (mentah) menggunakan blender lalu dicampur dengan kurma.
"Kurma itu makanannya bakteri, jadi tempe sama kurma itu perfect match," lanjutnya.
Jika tidak ada tempe, Anda bisa membuat minuman probiotik dari tape.
Caranya, rendam tape dengan air, tambahkan jahe secukupnya lalu masukkan kurma.
"Kalau nggak ada tempe, pakai tape kasih air, jahe dan kurma, MasyaAllah itu enak banget, itu saran saya," imbuhnya.
5. Kurangi Nasi, Minyak, Tepung, dan Gula Pasir
Kurangi mengonsumsi nasi, minyak goreng, tepung, dan gula pasir merupakan salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dalam melawan virus.
Kata dr Zaidul Akbar, mengonsumsi nasi terlalu banyak dapat menguras oksigen, begitu pula dengan makanan berminyak yang dapat memicu lendir pada tubuh, juga makanan bertepung dan yang mengandung gula.
6. Penuhi Asupan Buah dan Sayur
Buah dan sayur sangat penting bagi tubuh, selain memenuhi asupan serat, buah dan sayur juga memberikan nutrisi serta vitamin penting bagi tubuh dan tentunya menjaga kekebalan tubuh.
Menurut dr Zaidul Akbar, buah dan sayur yang dikonsumsi dapat menjadi bahan makanan untuk bakteri baik yang ada di tubuh kita.
Sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada November 2021 lalu, varian Omicron Covid-19 kini telah menyebar di banyak negara.
Para ilmuwan menyebut varian Omicron lebih mudah menular dan lebih kebal terhadap vaksin.
Meski begitu, vaksinasi masih menjadi senjata yang ampuh untuk melawan pandemi, terutama untuk mengurangi risiko sakit parah bahkan kematian.
Orang yang sudah divaksin penuh masih bisa terpapar Covid-19 varian terbaru ini.
Berikut beberapa gejala Omicron paling umum yang terjadi pada seseorang yang sudah divaksinasi lengkap, serta dua tanda awal yang mungkin dirasakan, seperti yang dikutip dari The Independent.
Menurut para ahli, sembilan gejala utama yang dialami oleh orang yang sudah divaksinasi lengkap dan mendapat suntikan booster adalah: pilek, sakit tenggorokan, bersin, sakit kepala, batuk, mual, nyeri otot, ruam kulit, dan diare.
Sifat gejala Omicron yang ringan membuat sulit bagi orang untuk membedakannya dari flu biasa.
Namun, menurut Profesor Tim Spector, pembuat Aplikasi Studi Gejala ZOE, "sekitar 50