Tips Kesehatan

Tips Dokter Zaidul Akbar Atasi Gejala Omicron Covid-19, Khasiat Pengobatan Ala Rasulullah SAW

Varian Omicron Covid-19 kini telah menyebar di banyak negara , berikut ini dr Zaidul Akbar berbagi tips menjaga kesehatan di tengah pandemi.

Editor: Nia Kurniawan
palembang.tribunnews.com
Dokter Zaidul Akbar, Dokter Kesehatan Islami, Penggagas Jurus Sehat Rasulullah! 

Makanan yang mengandung probiotik seperti tempe dan tape.

Sementara minuman probiotik bisa Anda olah dari tempe.

Baca juga: Ibu Hamil Tak Cukup Cuma Tubuh Sehat, Hal Penting ini Diungkap Dokter Zaidul Akbar

Untuk membuat minumam probiotik dari tempe, Anda bisa menghaluskan tempe (mentah) menggunakan blender lalu dicampur dengan kurma.

"Kurma itu makanannya bakteri, jadi tempe sama kurma itu perfect match," lanjutnya.

Jika tidak ada tempe, Anda bisa membuat minuman probiotik dari tape.

Caranya, rendam tape dengan air, tambahkan jahe secukupnya lalu masukkan kurma.

"Kalau nggak ada tempe, pakai tape kasih air, jahe dan kurma, MasyaAllah itu enak banget, itu saran saya," imbuhnya.

5. Kurangi Nasi, Minyak, Tepung, dan Gula Pasir

Kurangi mengonsumsi nasi, minyak goreng, tepung, dan gula pasir merupakan salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dalam melawan virus.

Kata dr Zaidul Akbar, mengonsumsi nasi terlalu banyak dapat menguras oksigen, begitu pula dengan makanan berminyak yang dapat memicu lendir pada tubuh, juga makanan bertepung dan yang mengandung gula.

6. Penuhi Asupan Buah dan Sayur

Buah dan sayur sangat penting bagi tubuh, selain memenuhi asupan serat, buah dan sayur juga memberikan nutrisi serta vitamin penting bagi tubuh dan tentunya menjaga kekebalan tubuh.

Menurut dr Zaidul Akbar, buah dan sayur yang dikonsumsi dapat menjadi bahan makanan untuk bakteri baik yang ada di tubuh kita. 

Sejak pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada November 2021 lalu, varian Omicron Covid-19 kini telah menyebar di banyak negara.

Para ilmuwan menyebut varian Omicron lebih mudah menular dan lebih kebal terhadap vaksin.

Meski begitu, vaksinasi masih menjadi senjata yang ampuh untuk melawan pandemi, terutama untuk mengurangi risiko sakit parah bahkan kematian.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved