Berita Palangkaraya
Jalan Masih Rusak, Wisata Alam Kahui Palangkaraya Tetap Jadi Tempat Favorit Kaum Milenial
Wisata Kahui di Jalan Tjilik Riwut kilometer 38 Kecamatan Bukit Batu Sei Gohong Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah cukup banyak dikunjungi warga.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Objek wisata Kahui yang berada di Jalan Tjilik Riwut kilometer 38 Kecamatan Bukit Batu Sei Gohong Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah cukup banyak dikunjungi warga, Minggu (23/1/2022).
Tempat wisata tersebut memiliki keunikan alam dengan air anak sungai yang berwarna merah dikelilingi hutan alam yang masih asri.
Objek wisata yang berada di jalur trans kalimantan arah Palangkaraya Kasongan Kabupaten Katingan ini juga di kenal dengan sebutan Hutan Itah atau kahui.
Akses jalan masuk menuju tempat wisata tersebut masih berupa jalan pasir dan tanah belum beraspal dan masih banyak jalan yang berlubang sepanjang perjalanan.
Sebelum sampai ditempat wisata tersebut juga terdapat permukiman warga transmigrasi yang tinggal di kilometer 38.
Baca juga: Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Palangkaraya Ramai Dikunjungi Wisatawan di Hari Libur
Baca juga: Dermaga Rambang Kota Palangkaraya Objek Wisata Sungai Favorit Dikunjungi Warga
Baca juga: Hari Kedua Tahun Baru 2022 Tempat Wisata Kota Palangkaraya Masih Ramai Didatangi Pengunjung
Lokasi wisata ini terdapat sungai yang airnya segar untuk mandi di sungai juga banyak terdapat sejumlah batu besar di
Biasanya mereka yang datang ke lokasi wisata adalah kalangan anak muda yang datang dalam jumlah banyak untuk bersantai.
Lokasi wisata tersebut juga cocok untuk mengabadikan gambar atau foto karena banyak spot yang menarik untuk jadi beground foto.
Namun sayangnya , jalan menuju lokasi masih belum beraspal sehingga pengunjung agak kesulitan saat ingin ke lokasi.
Pantauan Tribunkalteng.com pengunjung yang menggunakan sepeda motor terlihat sangat hati-hati saat melalui jalan berpasir, karena jika salah mengambil jalan maka motor akan amblas.
Sarif seorang warga yang tinggal di Tjilik Riwut tak jauh dari lokasi wisata mengatakan, kondisi jalan memang sejak lama berpasir dan berlubang
"Karena sebagian besar jenis tanah disini adalah pasir sehingga jalannya berpasir tebal dan berhubung juga disini terdapat tambang pasir itu lah yang menyebabkan jalanan jadi berlubang, karena truk pengangkut pasir lalulalalng di lokasi tersebut," kata Sarif.
Ia juga menambahkan jalan tersebut juga dipakai warg untuk menuju tempat wisata Kahui yang banyak pengunjungnya dari luar kota yang datang ketempat tersebut. warga.
Warga berharap, ada perhatian pemerintah untuk turut memperbaiki jalan tersebut.
"Harapannya pemerintah juga ikut berperan dalam mengelola tempat wisata khususnya perbaikan jalan menuju tempat wisata tersebut," pintanya. (*)