Breaking News:

Berita Katingan

Jalan Alternatif Jadi Solusi Antisipasi Banjir Trans Kalimantan Arah Kasongan-Kereng Pangi

Luapan air Sungai Katingan meluber ke Jalan Trans Kalimantan Kasongan-Kereng Pangi jadi perhatian Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/faturahman
Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Luapan air Sungai Katingan yang meluber ke Jalan Trans Kalimantan arah Kasongan-Kereng Pangi jadi perhatian  Kalangan Anggota DPRD Kalteng.

Jalan yang sempat hampir sepekan terendam air akibat Sungai Katingan meluap dengan arus kencang akhir tahun 2021 lalu sangat mungkin kembali terjadi dalam tahun mendatang terutama saat musim penghujan tiba.

Kondisi tersebut karena air Sungai Katingan meluber akibat hujan dengan intensitas tinggi, sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi sejak dini agar lalulintas kendaraan arah Palangkaraya ke Sampit tidak terganggu.

Dinas PUPR Kalteng memperkirakan Jalan terendam dari Kasongan ke Kerengpangi yang mengakibatkan kendaraan sulit melintas sekitar 12 kilometer dalam bentuk spot-spot di jalur tersebut.

Baca juga: Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Palangkaraya Optimistis PPKM Kota Cantik Turun ke Level 1

Baca juga: Satresnarkoba Tangkap Dua Warga Kotim Usai Melakukan Transaksi Sabu di Pantai Ujung Pandaran

Baca juga: Usai Pisah Sambut Kapolres Baru Kotim AKBP Sarpani Hari Ini Mulai Aktif Jalankan Tugas

Salah satu anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing bependapat ada beberapa alternatif untuk mengantisipasi jalan rawan banjir tersebut.

"Jalan itu bisa ditimbun, dibangun Pile Slab seperti Tumbang Nusa atau dibenahi Jalan Alternatif yang sudah ada badan jalannya," ujarnya, Rabu (5/1/2021).

Duwel Rawing yang juga Mantan Bupati Katingan dua periode ini, mengungkapkan,  pemerintah setempat sudah membangun jalan alternatif setelah Desa Hampangin tembus ke Desa Telangkah Kereng Pangi tak jauh dari lokasi jalan banjir trans kalimantan tersebut.

"Sayangnya hingga saat ini badan jalan tersebut belum juga dikanjutkan pembangunanya," terangnya.

Dia berharap, paling tidak dengan adanya jalan alternatif yang telah dibangun menghubungkan Kasongan-Kereng Pangi yang sudah ada badan jalannya bisa dilanjutkan pembangunanya.

Ini bisa jadi alternatif jika jalan trans kalimantan yang ada saat ini tak bisa dilalui karena  terendam saat musim hujan.

"Maka jalan alternatif yang ada di sekitarnya jika sudah dibangun  dan operasional bisa dipakai untuk alternatif kendaraan lewat," terang Duwel Rawing. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved