Breaking News:

Berita Palangkaraya

Kisah Singkat Legenda ‘Batu Banama’ Bukit Tangkiling Kota Palangkaraya

KIsah legenda singkat Batu Banama Bukit Tangkiling Kota Palangkaraya yang sampai sekarang menjadi cerita rakyat menarik untuk disimak dan didengar

Penulis: Muhammad Lamsi | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Lamsi
Wisata Bukit Tangkiling Batu Banama, Kota Palangkaraya, terlihat pengunjung sedang berfoto diobjek wisata tersebut, Sabtu (1/1/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Bukit Tangkiling memiliki ketinggian kurang lebih 200 meter dari permukaan tanah. Berjarak sekitar 35 km lebih dari Kota Cantik Palangkaraya.

Konon Bukit Tangkiling memiliki legenda atau cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Kota Palangkaraya ini.

Diantaranya adalah keberadaan batu besar yang menyerupai kapal besar atau dalam Bahasa Dayaknya adalah ‘Batu Banama’.

Batu yang dipercaya dulunya oleh masyarakat setempat adalah sebuah kapal besar.

Baca juga: Penerimaan Pajak Kota Palangkaraya 2021 Naik Rp 111,8 M, Dua Sektor Ini Penyumbang Terbesar

Pesona Bukit Tangkiling mempunyai daya tarik tersendiri, karena di areal tersebut terdapat beberapa bukit yang terdiri dari bongkahan batu-batu keras atau jenis batu kars.

"Kawasan sekitar Bukit Tangkiling dulunya adalah sungai yang cukup luas yang kini menjadi daratan dengan areal perbukitan," ujar warga sekitar Rizal, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Penghujung Tahun 2021, Sebanyak 266 Pejabat Eselon IV Pemerintah Kota Palangkaraya Dilantik

Cerita rakyat di kawasan Bukit Tangkiling saat itu, istilah “Tangkiling” sendiri dapat diartikan sebagai tumpukan batu besar yang menjulang tinggi.

Menurut penuturan orang tua, zaman dulu ada seorang pemuda Dayak yang tak sadar menikahi ibu kandungnya yang benama ‘Bawi Kuwu’.

Atas kesalahan tersebut, pemuda itu beserta enam pengawalnya dikutuk oleh dewata menjadi batu.

Tak berhenti sampai di situ, Banama (perahu) yang digunakan Pemuda Dayak yang bernama Sangkuriang dan para pengawalnya juga ikut dikutuk.

Baca juga: Ini Alasan Tim Satgas Covid-19 Kota Palangkaraya Izinkan Warga Nobar Final Piala AFF 2020

"Menurut seingat saya secara singkat dari kejadian itu timbul petir menyambar dengan suara yang nyaring, si pemuda, pengawal, dan beserta perahunya seketika itu menjadi batu," jelasnya.

Kemudian dari itu sampai sekarang masyarakat mengenalnya sebagai Batu Banama di kawasan Bukit Tangkiling.

Batu Banama Bukit Tangkiling sebelum menjadi salah satu icon objek wisata di Palangkaraya.

Juga dulunya Batu Banama dan sekitar Bukit Tangkiling ini dahulunya menjadi salah satu tempat pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut.

Sehingga Batu Banama bisa dikatakan menjadi tempat yang sakral bagi masyarakat Kota Palangka Raya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved