Berita Palangkaraya

Waspadai Varian Omicron, Masyarakat Kalteng Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Wakil rakyat Kalteng mengingatkan agar masyarakat Kalteng untuk mewaspadai varian Omicron dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah Kuwu Senilawati. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Sudah terdeteksi dan masuknya virus varian baru Omicron di Indonesia, harusnya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk mewaspadai varian baru yang lebih cepat penyebarannya.

Untuk itu, wakil rakyatpun tak henti-hentinya mengingatkan agar masyarakat di Bumi Tambun Bungai Kalteng ini tetap waspada dan lebih memperketat Protokol Kesehatan.

“Agar masyarakat Kalteng seluruhnya tidak abai dan tetap memperketat Protokol Kesehatan, karena adanya varian Omicron ini,” ujar Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati, kepada Tribunkalteng.com, Senin (20/12/2021).

Sekretaris Komisi III ini mengatakan, sesuai prediksi akan terjadinya gelombang ketiga di Desember ini harusnya menjadi perhatian.

Terlebih di Kalimantan Tengah sudah pernah mengalami kondisi ataupun lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan lalu.

Baca juga: Ini Tuntutan Demo Aliansi Masyarakat Gumas di Depan Kantor DPRD Kalimantan Tengah

Baca juga: Tahun 2021 BKSDA Kalimantan Tengah Sudah Tiga Kali Melakukan Pelepasliaran Orangutan

“Harusnya berkaca dari hal tersebut agar kita tidak lengah terhadap Protokol Kesehatan sebagai perlindungan ataupun mencegah penyebaran Covid-19 ini,” tegasnya.

Ungkap Kuwu Senilawati, selain tugas pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 ini, adalaha masyarakat itu sendiri.

Walaupun kondisi Covid-19 di Kalteng saat ini sudah melandai, namun tetap harus waspadai karena pandemi belum berakhir.

“Karena pandemi Covid-19 hingga saat ini masih terjadi,” ucap Politikus Partai Gerindra ini.

Baca juga: BNNP Kalimantan Tengah Musnahkan Barbuk 2 Ons Sabu Milik Saleh Gembong Narkoba Kampung Ponton

Selain itupun, dirinya mengimbau agar masyarakat untuk tidak bepergian keluar wilayah apabila tidak ada hal penting dan mendesak.

Walaupun tidak ada aturan larangan dari pemerintah secara resmi menjelang natal dan tahun baru.

“Untuk dapat tetap tinggal di rumah atau kota, terkecuali ada hal yang mendesak dan urgen. Hal itu upaya pencegahan penyebaran Omicron ini,” pungkas Kuwu Senilawati. (*)  

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved